POJOKSATU.id, PENGACARA Sunan Kalijaga resmi melaporkan kasus kekerasan dan pembullyan yang dialami putranya, Sean, saat di sekolah ke polisi. Ini dilakukannya karena menilai tidak ada iktikad baik orang tua remaja terduga pelaku.
Sunan Kalijaga mengakui memang orang tua remaja tersebut sudah meminta maaf, namun setelahnya tidak menunjukkan empati.
"Ada pengakuan dan permintaan maaf, tapi mohon maaf sekali hati saya rasanya mendidih melihat peristiwa itu, hingga detik ini kami membuat laporan. Tidak ada empati, iktikad baik dari orang tua pelaku," jelasnya kepada wartawan, Jumat (3/3/2023).
Sunan menyebut dirinya merasa dilecehkan atas sikap orang tua remaja yang diduga melakukan pemukulan tersebut.
"Kemarin sudah bertemu dengan kami. Jadi mohon maaf saat ini saya memilih jalur hukum ketimbang jalur kekeluargaan. Karena kemarin mencoba membuka hati saya tapi saya dilecehkan saya tidak dianggap. Kondisi putra saya tidak dihiraukan, basa basi sama sekali tidak ada," sebutnya.
BACA JUGA : Putra Sunan Kalijaga Alami Kekerasan di Sekolah, Unggah Bukti CCTV saat Pengeroyokan di Kelas
Sementara itu, Sunan mengungkapkan sekolah tempat putranya menimba ilmu sekaligus lokasi kejadian kekerasan, menunjukkan keperdulian dengan bertanya kondisi Sean.
"Kalau dari pihak sekolah dari kemarin menayakan, guru-gru juga begitu. Tapi justru orang tua dari pelaku yang tahu nomor telepon saya, tidak ada rasa empati, tidak ada menghubungi. Seolah dianggap kemarin itu beres," tukasnya.
Di laman Instagram-nya, Sunan juga membagikan keterangan tentang orang tua remaja yang diduga memukul anaknya, mengaku kenal dengan petinggi negeri ini. Dan, Sunan memastikan tidak takut.
"Mau anda sebut kenal menteri dan pengacara senior, kalau urusan anak saya tidak gentar, saya pilih jalur hukum. Hari ini saya didampingi kuasa hukum resmi melaporkan bullying, penyeragan kekerasan pemukulan yang diduga terjdi kepada putra saya," ungkap Sunan Kalijaga. (nin/pojoksatu)
