POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Suasana liburan keluarga berubah menjadi duka mendalam setelah seorang bocah berinisial A (9), warga Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, meninggal dunia usai diduga tenggelam di kolam renang Hotel Abah, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Korban diketahui datang bersama keluarga besarnya untuk menghabiskan waktu liburan di hotel tersebut. Rombongan terdiri dari sejumlah orang dewasa dan anak-anak yang menginap serta menikmati fasilitas yang tersedia.
Peristiwa tragis itu menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Sang ibu, Vera, mengaku hingga kini masih terpukul atas kepergian putranya yang baru akan naik ke kelas 4 Sekolah Dasar (SD).
Vera berharap ada kejelasan mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan anaknya meninggal dunia. Ia juga menanti adanya tanggung jawab dari pihak-pihak terkait atas musibah tersebut.
Di sisi lain, pihak manajemen Hotel Abah memberikan penjelasan terkait insiden yang terjadi. Perwakilan manajemen hotel, Irma, mengatakan informasi yang diterimanya berasal dari resepsionis dan karyawan yang bertugas saat kejadian.
Menurut Irma, kolam renang hotel memiliki jam operasional yang telah ditentukan. Kolam dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB sebelum kemudian ditutup sementara.
Baca Juga: Jampidsus Akui Rumah Sentul yang Digeledah Polri Miliknya, Tanggungjawab Uang Rp476 M dan 74 Kg Emas
Namun, berdasarkan keterangan resepsionis, keluarga korban disebut meminta agar kolam kembali dibuka sekitar pukul 14.00 WIB.
“Informasi yang saya terima dari resepsionis, pihak keluarga meminta kolam dibuka kembali sekitar pukul 14.00 WIB. Kami tidak menolak permintaan tamu, tetapi biasanya anak-anak tetap harus berada dalam pengawasan orang dewasa,” ujar Irma saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan tidak berada di lokasi ketika peristiwa terjadi sehingga seluruh informasi diperoleh dari laporan karyawan hotel.
Salah seorang karyawan yang sedang mengantar tamu ke kamar disebut melihat korban sudah dalam kondisi dievakuasi dari kolam renang oleh sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.
“Saat karyawan kami melintas, korban sudah dalam keadaan diangkat dari kolam. Setelah itu langsung dibawa keluar untuk mendapatkan pertolongan medis,” katanya.
Irma mengaku pihak hotel tidak mengetahui secara pasti kondisi awal korban ketika pertama kali ditemukan di dalam kolam. Pasalnya, setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit.
“Kami tidak mengetahui secara detail kondisi korban saat pertama ditemukan. Setelah diangkat dari kolam, korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Fakta lain yang terungkap adalah tidak adanya petugas penjaga kolam atau lifeguard di area kolam renang hotel tersebut.
Menurut Irma, kolam renang diperuntukkan bagi tamu hotel dan selama ini pengawasan terhadap anak-anak yang berenang menjadi tanggung jawab orang tua maupun pendamping masing-masing.
“Kami memang tidak memiliki petugas khusus pengawas kolam. Biasanya anak-anak yang berenang harus tetap didampingi orang tua,” jelasnya.
Terkait proses penyelidikan, Irma menyebut aparat kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak.
“Polisi sudah datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan. Kemungkinan masih ada pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang beredar, di lokasi kejadian tidak terlihat pemasangan police line. Kondisi tersebut turut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait proses penanganan pascakejadian.
Saat ini manajemen hotel mengaku masih melakukan pembahasan internal mengenai langkah yang akan diambil setelah insiden tersebut. Pihak hotel juga membuka kemungkinan untuk menjalin komunikasi lebih lanjut dengan keluarga korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat beraktivitas di area kolam renang. Faktor keselamatan, pendampingan orang tua, hingga ketersediaan fasilitas pengamanan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap kronologi lengkap serta memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. ***




