POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP ) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2025, menunjukan bahwa kondisi Purwakarta tidak baik-baik saja alias ‘Geuring’.
‘Geuring’ ( sakit – bhs Sunda ) yang dimaksud kondisi di setiap Organiasi Perangkat Daerah ( OPD ), yang ditemukannya pelanggaran dari LHP BPK perlu di evaluasi oleh Bupati Purwakarta Om Zein.
Terutama bagi OPD yang setiap tahun selalu ada LHP BPK, itu mengibdikasikan bahwa orang-orang yang bekerja pada OPD tersebut kurang profesiinal dibidangnya.
Bila hasil LHP BPK tersebut hanya karena persoalan administratif, itu mungkin masih bisa dimaklumi karena faktor ketidaktahuan atau salah ketik kesalahan itu bisa dimaklumi.
Tapi bila kesalahannya yang memang diduga disengaja untuk mencari keuntungan, maka Aparat Penegak Hukum ( APH ) harus melakukan pemeriksaan terhadap OPD yang ada dalam LHP BPK.
Baca Juga: Kasus Bupati Kuansing Seret Nama Menhut Raja Juli Antoni, KPK Buka Peluang Pemeriksaan
“Itu harus diperiksa, jangan sampai mereka berfikir temuannya cukup dikembalikan urusan selesai,” demikian hal itu disampaikan Asep Saepudin, ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa ( GMPB ) kepada pojoksatu belum lama ini.
Masih menurut Asep, yang di khawatirkan mereka melakukan cara-cara tidak baik dalam mencari keuntungan baik untuk pribadi, golongannya maupun orang lain.
“Beruntung masih ketahuan dengan adanya LHP BPK, coba kalau tidak ketahuan siapa yang dirugikan? Pastinya masyarakat purwakarta,” tambah Asep.
Sudah sepatutnya APH melakukan pemeriksaan kepada OPD yang dimaksud, dengan dasar dari LHP BPK sebagai langkah awal melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: AS Tolak Perjanjian Perdagangan Bebas, Donald Trump Diduga Mempersulit Perusahaan Bisnis
“Kemungkinan bila benar-benar di periksa secara mendetail oleh APH, nilainya akan lebih dari LHP BPK,” tutup Asep, mengakhiri pembicaraan.
Dari dokumen LHP BPK atas APBD Tahun 2025 yang diterima pojoksatu.id, ada 17 temuan yang nilai totalnya mencapai milyaran rupiah.
Yaitu meliputi di sektor pendapatan ada 2 temuan, sektor belanja 12 temuan dan di sektor aset ada 4 temuan. Dari ke 17 temuan tersebut, nilainya diperkirakan mencapai milyaran rupiah. ***




