POJOKSATU.id, Purwakarta – Warga masyarakat di Desa Depok Kecamatan Darangdan kecewa atas pekerjaan drainase atau irigasi yang dikerjakan kontraktor, langsung lapor Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Hasilnya, gayung bersambut KDM yang mendapatkan laporan tersebut langsung menelpon Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), untuk turun kelapangan mengecek laporan warga tersebut.
Proyek drainase tersebut bersumber dari anggaran Provinsi pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), nilainya mencapai milyaran rupiah.
Tidak pakai lama, Om Zein yang mendapatkan telepon dari Gubernur langsung ke lokasi melakukan pengecekan proyek drainase tersebut.
“Pa Bupati sudah dilokasi?,” tanya KDM kepada Om Zein, saat melakukan panggilan video seperti yang terlihat di akun tiktok Kang Dedi Mulyadi.
Kemudian KDM menayakan proyek atau pembangunan apa yang saat ini tengah dikerjakan. Om Zein langsung menjawab bahwa proyek tersebut dari dinas PSDA.
“Nilai proyek sebesar 1,8 Milyar,” jawab Om Zein.
Om Zein juga menjelaskan bahwa pihak ke tiga atau kontrajtor yang mengerjakan proyek tersebut dari garut.
“Nama PT/CV nya apa, sebutin saja,” tanya KDM.
Om Zei kemudian menyebutkan bahwa nama perusahaan yang mengerjakan proyek milyaran tersebut bernama CV.Nalar Jaya.
Kemudian KDM juga menanyakan tentang kualitas pekerjaaan pembangunan proyek yang dikerjakan oleh CV Nalar Jaya tersebut.
“Mereka (warga masyarakat) demo itu karna asal-asalan pekerjaannya, Cuma di poles-poles,” jawab Om Zein.
Mendengar hal itu, KDM langsung mengambil langkah cepat bila pekerjaannya asal-asalan, maka untuk minta dihentikan pekerjaan proyek tersebut.
“Dan itu nanti kita tidak akan membayarkan, nanti saya turunin inspektorat ke situ untuk melakukan pemeriksaan,” tegas KDM.
Selain itu KDM juga memastikan bahwa bila pekerjaannya buruk, pihak provinsi jawa barat tidak akan membayar pekerjaan yang dilakukan oleh CV Nalar Jaya.
“Kecuali kontraktornya membongkar ulang, seperti kasus drainase yang ada dijalan kemarin saya sidak. Membangkar ulang membangun ulang dari awal lagi dengan kualitas yang lebih baik,” beber KDM.
Kemudian juga KDM sebagai Gubernur Jabar, memberikan ultimatum bahkan akan melakukan blacklist terhadap para kontraktor nakal.
“Akan ada dua hal, pertama bila kualitasnya buruk tidak akan dibayar (Provinsi Jabar), yang kedua akan di Blaclist perusahaannya tidak boleh ikut tender lagi,” tutup KDM.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) setempat saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa kemarin Bupati ke lokasi proyek PSDA tersebut.
“Iya benar itu Om, kemarin pak bupati pagi-pagi turun ke lokasi mengecek proyek irigasi tersebut,” jawab Kades setempat, Selasa (30/09).***



