POJOKSATU.ID - Seruan aksi unjuk rasa juga terjadi di Purwakarta, dengan titik aksi berada di gedung DPRD Kabupaten Purwakarta pada hari Senin, 1 September 2025.
Beredar poster ajakan untuk turun ke jalan bagi semua kalangan masyarakat di Purwakarta, dari mahasiswa, buruh, driver ojol, hingga rakyat sipil.
Dalam poster yang disebarkan melalui pesan singkat yang diterima sebagian warga Purwakarta, peserta aksi disarankan untuk mengenakan baju hitam.
Baca Juga: Aksi Solidaritas Ojol untuk Affan Kurniawan, Tagar FromMalaysiaToIndonesia Viral di Media Sosi
Unjuk rasa ini akan dimulai sekitar pukul setengah 2 siang hingga menang, tak disebutkan dengan pasti makna menang tersebut.
Dalam pantauan tim POJOKSATU.ID, tak hanya poster tersebut yang beredar dalam pesan singkat, ada gambar lain yang disebarkan melalui WhatsApp.
Gambar tersebut memperlihatkan tangkapan layar pesan singkat seseorang yang isinya berupa kalimat provokatif.
Disebutkan bahwa pada unjuk rasa itu ada sejumlah orang yang ditunjuk untuk jadi koordinator wajib membawa 10 orang lainnya.
Nantinya ada imbalan Rp500.000 per kepala untuk koordinator yang ditunjuk.
Untuk mahasiswa menggunakan almamater, buruh memakai jaket serikat, dan masyarakay sipil pakai pakaian serba hitam, dan nantinya akan bergabung dengan driver ojol.
Baca Juga: Gelombang Demo Mahasiswa Guncang Purwakarta: Aspirasi Nasional hingga Isu Lokal Disuarakan di DPRD
Titik kumpul di lampu merah Sadang sekitar pukul 9 pagi dan mulai bergerak maju ke wilayah perkotaan pukul 10 pagi.
Untuk logistik, pesan singkat itu menginstruksikan bisa melakukan penjarahan di toko-toko sepanjang jalan yang ditemui.
Diutamakan toko-toko tersebut milik non-pribumi, alias yang dimiliki oleh keturunan Tionghoa dan Timur Tengah.
Baca Juga: Ramai Isu Buzzer: Pakar Ingatkan Prabowo Lebih Percaya Media Massa daripada Influencer
Semua aksi penjarahan itu disebutkan dijamin akan dilindungi oleh Lembaga Bantuan Hukum.
Untungnya sebagian besar masyarakat Purwakarta tak terpancing dengan pesan singkat yang berisi kalimat provokatif tersebut.
Namun, pesan singkat itu diduga telah menyebar dengan cepat hingga sampai ke pemilik toko di sekitar Pasar Jumat Purwakarta.
Baca Juga: Update Pencarian Macan Tutul Lembang Park and Zoo, Diduga Masih Sembunyi di Sekitar Kebun Binatang
Hampir semua toko-toko yang berada di sepanjang Pasar Jumat memang dimiliki oleh keturunan Tionghoa.
Sehingga untuk mencari aman, hampir semua toko-toko tersebut tutup pada hari Senin kemarin karena khawatir terjadi insiden penjarahan seperti di daerah lain.
Adapun, aksi unjuk rasa di gedung DPRD Purwakarta berlangsung kondusif, dengan peserta aksi dari mahasiswa, driver ojol, dan warga sipil.***




