POJOKSATU.id, Purwakarta - Inovasi dari SMA Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat, mencuri perhatian dalam Konferensi Internasional bertajuk "The Struggle for an Alternative Future: Navigating Global Challenges and Reimagining Societies".

Acara bergengsi ini digelar pada Sabtu, 16 Desember 2023, di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

R. Marpu Muhidin Ilyas, kepala SMA dan MA Al-Muhajirin, mempresentasikan inovasi teknologi bertajuk "Aplikasi Kecerdasan Buatan The Corrector untuk Penilaian Otomatis Soal Esai: Solusi Inovatif Peningkatan HOTS Siswa di Purwakarta".

Penelitian ini menjadi bagian dari diskusi tentang peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung transformasi pendidikan, khususnya dalam sistem penilaian esai.

The Corrector adalah aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk mempermudah penilaian esai secara otomatis, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) pada siswa.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Ilyas bersama timnya dengan memanfaatkan teknologi ChatGPT API serta integrasi bahasa pemrograman PHP, Python, dan jQuery.

Beberapa fitur utama The Corrector meliputi:

1. Penilaian Otomatis: Sistem dapat menganalisis jawaban esai berdasarkan pertanyaan dan kunci jawaban dari guru.

2. Integrasi Database: Memungkinkan penyimpanan dan analisis data penilaian secara efisien.

3. Antarmuka Ramah Pengguna: Desain sederhana untuk kemudahan pengoperasian.

Inovasi ini berhasil menarik perhatian peserta konferensi karena potensinya untuk merevolusi sistem penilaian pendidikan di Indonesia.

Dengan penilaian yang cepat, akurat, dan berbasis teknologi, aplikasi ini tidak hanya membantu guru dalam mengevaluasi jawaban siswa, tetapi juga memberikan umpan balik langsung untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Dampak Positif Berdasarkan Penelitian

Hasil implementasi The Corrector menunjukkan hasil yang menjanjikan:

- Kecepatan Penilaian: 74,3% siswa merasa hasil penilaian lebih cepat dibandingkan metode manual.

- Tingkat Kepuasan: 74,3% siswa puas atau sangat puas dengan keakuratan hasil penilaian.

- Motivasi Belajar: 71,4% siswa merasa lebih termotivasi menjawab soal esai.

- Pengembangan HOTS: Mayoritas siswa (74,3%) menyatakan bahwa aplikasi ini membantu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Presentasi ini mendapat sambutan hangat dari peserta konferensi, termasuk akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi.

Inovasi The Corrector diharapkan dapat menjadi model pengembangan sistem penilaian berbasis teknologi di seluruh Indonesia.

Konferensi yang diadakan atas kolaborasi PP Nurul Jadid, Pascasarjana UNUJA, dan IAINU Kebumen ini menjadi ajang pertukaran ide inovatif untuk menghadapi tantangan global.

Partisipasi SMA Al-Muhajirin Purwakarta melalui The Corrector menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis digital di era modern.

Dengan langkah ini, Al-Muhajirin mempertegas posisinya sebagai pelopor inovasi pendidikan, membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing di panggung global.***