POJOKSATU.id, JAKARTA – Makin dekat pelantikan Presiden 2024 terpilih yang akan digelar Oktober nanti, situasi barisan oposisi dan koalisi makin tak jelas. Terbaru PKS menemui Prabowo Subianto.
Seolah bernostalgia, PKS langsung mengklaim bahwa mereka sudah menjalin hubungan dengan Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014, Pilpres 2019 atau sejak 10 tahun lalu.
Padahal di Pilpres 2024, PKS merupakan pengusung Anies-Muhaimin. Dan suasana debat KPU sempat memanas sehingga Prabowo tak bersalaman dengan Anies usai debat.
Baca Juga: Pengadilan Siap Tahan Terdakwa Kusumayati Jika Tak Kooperatif
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, mengaku telah menjalin komunikasi dengan presiden terpilih sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.
Sekaligus juga mereka telah menggelar Musyawarah Majelis Syuro PKS yang ke-11. Majelis Syuro merupakan forum tertinggi pengambil keputusan di PKS.
Ahmad Syaikhu saat jumpa pers di Kantor DPP PKS, Jalan Simatupang, Jaksel, Sabtu (10/8/2024) menerangkan bahwa hubungan PKS dengan Prabowo sudah terjalin sejak lama, sejak Pilpres 2014 dan juga berlanjut di Pilpres 2019.
"Tentu saja kita memahami bahwa hubungan PKS dengan Pak Prabowo Subianto sudah terjalin sejak Pemilu Presiden 2019 dan Pemilu Presiden sebelumnya tahun 2014," kata Syaikhu.
Baca Juga: KIM Tolak Keras Lakukan Operasi Kotak Kosong di Jakarta, Buktinya PKS Merapat ke Bobby Nasution
Dia juga mengatakan bahwa pimpinan PKS telah berkomunikasi dengan Prabowo sebagai Presiden RI terpilih di Pilpres 2024.
Keputusan Majelis Syuro PKS
Ahmad Syaikhu mengatakan mereka telah menggelar musyawarah majelis syuro PKS ke-11.
Dan hasilnya memutuskan untuk melanjutkan komunikasi dengan pimpinan partai politik, salah satunya dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Dia menyebut hal itu sebagai upaya untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
"Oleh karena itu musyawarah majelis syuro yang ke 11 ini mengamanatkan kepada DPP PKS untuk melanjutkan komunikasi yang telah berlangsung, baik kepada pimpinan-pimpinan partai, tokoh-tokoh keumatan, sebagai upaya untuk membangun Indonesia yang lebih baik," kata Ahmad Syaikhu.***

