POJOKSATU.id, MEDAN— PDIP kemungkinan besar akan berkoalisi dengan PKS dalam Pilkada Sumatera Utara 2024.
Ketua DPW PKS Sumut Usman Jakfar bersama jajaran dan Ketua DPD PDIP Sumut Rapiddin Simbolon dan jajaran sudah melakukan silaturahmi di Kantor DPW PKS Sumut di Kota Medan, Rabu (10/7).
Ketua DPD PKS Sumut Usman Jakfar mengatakan, ini merupakan kunjungan balasan dari PDIP. PKS sudah lebih dulu menyambangi PDIP sebanyak dua kali, terakhir Mei 2024 lalu.
Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon mengatakan pertemuan ini silaturahmi dan bertepatan pada masa Pilkada.
Rapidin juga sempat menyinggung soal taplak meja di ruangan pertemuan yang kombinasi warna cream dan dilapisi warna merah. Kedua warna ini melekat dengan warna dari PKS dan PDIP.
“Sekalian teman-teman ini sangat tersanjung taplak meja ini, di atasnya merah. Haha. Yang mengelilingi PKS-nya jadi klop rasanya. Jangan-jangan ini pertanda, pertanda kebaikan ke depan,” katanya.
“Pas pula (pertemuan) ini (bertepatan) panas-panasnya Pilkada,” kata Rapidin.
Kata Rapidin, ini bisa jadi kode koalisi. Rapidin menyebut PKS dan PDIP selama memang punya hubungan yang baik.
“Kalau kami Sumut sangat akrab dengan PKS bukan di mulut saja tapi tindakan,” kata dia.
Rapidin menegaskan bahwa PDIP akan mengusung sendiri kandidat Gubernurnya untuk melawan menantu Jokowi di Pilkada Sumut.
Baca Juga: Jalan Satu-satunya Petahana Edy Rahmayadi di Pilkada Sumut 2024 di Tangan PDIP, Ini Hitungannya
"Bu Megawati itu seorang negarawan, pejuang demokrasi beliau itu, dalam pemikiran dan pandangan saya, beliau akan membangun suatu sistem demokrasi yang benar benar berkualitas," kata Rapidin.
Sejauh ini, PKS dan PDIP menjadi dua partai besar yang belum menyatakan dukungan di Pilgub Sumut 2024.
PKS memiliki 15 kursi sementara PDIP memiliki 21 kursi. Untuk PDIP bisa mengusung sendiri calonnya, sementara PKS tidak bisa. Kursi yang dibutuhkan adalah 20 saja.
Ditanya soal calon Gubernur penantang Bobby Nasution, PDIP kata dia masih melakukan penjajakan.
Ada pun sejumlah nama yang dipersiapkan sebagai mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi hingga Nikson Nababan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Teken Pemecatan Hasyim Asyari, Wapres Sebut Komisioner KPU Kalau Perlu Ditambah
"Karena kami ingin membangun sebuah demokrasi yang berkualitas demokrasi yang terbangun dari akar rumput hati nurani. Kalau hanya satu calon melawan kotak kosong apa itu demokrasi," kata Rapidin.
"Demokrasi, kalau misalnya untuk mencalonkan seorang calon kepala daerah berarti enggak ada demokrasi dong. Nah di situlah nilai nilai negarawan seorang ibu Mega dan PDIP dan juga PKS," kata Rapidin.
"Kalau saya ditanya sebagai ketua saya akan usulkan ke ibu Mega walaupun kita sendiri pasti kita akan bawa calon sendiri. Itu tegas itu permohonan kami dari DPD PDIP Sumut untuk Ketum. Itu dari hati nurani saya," tutup Rapidin.***

