POJOKSATU.id, JAKARTA-- Partai Nasdem hingga kini belum menentukan sikap mengusung Edy Rahmayadi atau menantu Jokowi, Bobby Nasution, di Pilgub Sumut.

Belum ada putusan final siapa sosok yang akan didukung partai besutan Surya Paloh ini pada Pilgub Sumut 2024 nanti.

Sumut ini merupakan provinsi yang dikenal baik oleh Surya Paloh karena dia besar di sana.

"Provinsi Sumatera Utara mungkin saya belum bisa pastikan, kita tunggu pleno. Tapi saya yakin itu juga akan jadi pilihan yang baik," ujar anak Surya Paloh, Prananda Surya Paloh, usai memberikan rekomendasi kepada bakal calon kepala daerah Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Ketua Bappilu Partai Nasdem ini belum memberikan jawaban pasti siapa yang akan mereka usung di Pilkada Sumut 2024.

Baca Juga: Nama-nama 50 Caleg Terpilih DPRD Medan Hasil Pemilu 2024, Ada 31 Wajah Baru

Saat dikonfirmasi apakah mendukung Edy Rahmayadi atau menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, di Pilgub Sumut, Prananda mengatakan masih fifty-fifty.

"Masih fifty-fifty, dan memang itu Medan Bung, punya dinamika khusus," ucap Prananda.

Dalam waktu dekat ini, Partai Nasdem akan segera melakukan rapat pleno untuk mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada sosok yang bakal diusung di Sumatera Utara.

Surya Paloh Lama di Sumut

Surya Paloh menjadi pengusaha di Medan. Aktivitas politik menyebabkannya pindah ke Jakarta, menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dua periode sejak 1977 hingga 1987.

Baca Juga: Cak Imin Belum Putuskan Dukung Anies di Pilkada Jakarta, Rekomendasinya Dibahas Pekan Depan

Surya Paloh mengenal dunia bisnis tatkala ia masih remaja di Medan. Sambil bersekolah ia berdagang teh, ikan asin, karung goni, dan lain-lain.

Ia membelinya dari dua orang tauke sahabat yang sekaligus gurunya dalam dunia usaha, lalu dijual ke beberapa kedai kecil atau ke perkebunan PT Perkebunan Nusantara.

Di Medan, Surya Paloh mendirikan perusahaan karoseri sekaligus menjadi agen penjualan mobil.

Saat masih usia 14 tahun, Surya sudah memulai bisnis leveransir tahun 1965 di sebuah kota kecil Serbelawan, Simalungun, Sumut.

Baca Juga: KPU Sumut Resmi Tetapkan 100 Caleg Terpilih Pemilu 2024, Berikut Daftar Lengkapnya

Ketika memasuki SMA Negeri 7 Medan tahun 1967, Surya bekerja pula sebagai Manajer Travel Biro Seulawah Air Service.

Setamat SMA duduk di bangku kuliah, Surya dipercaya mengelola Wisma Pariwisata, di Jalan Patimura, Padang Bulan, Medan, oleh pemilik Baharuddin Datuk Bagindo, yang juga memiliki pabrik korek api PT BDB di Pematang Siantar.

Setelah melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Fakultas Hukum UISU, tetapi tidak selesai dan melanjutkan pendidikannya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Sumatera Utara, Medan hingga lulus pada 1975.***