POJOKSATU.id, JAKARTA –Mantan Ketua MK periode 2003-2018, Jimly Asshiddiqie mengajak masyarakat untuk menerima hasil Pilpres 2024.

Dia juga meminta tokoh-tokoh yang berpengaruh sebaiknya menurunkan suhu dan mudah-mudahan masyarakat reda emosinya.

Jimly menyampaikan ini saat acara halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dihadiri sejumlah tokoh nasional di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Penasehat ICMI Jimly Asshiddiqie mengajak masyarakat untuk menerima hasil Pilpres 2024.

Baca Juga: Sejago Apa Maarten Paes? Begini Statistik Pemain Naturalisasi yang Baru Saja Jadi WNI, Bersaing Jadi Kiper Utama Timnas U-23

"Pada pemilu 2024 banyak masyarakat yang marah karena isu nepotisme dan politik dinasti. Kini pemilu sudah selesai. Mari kita berpikir ke depan," ujar Jimly Asshiddiqie di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2024).

Jimly berharap masyarakat melupakan perbedaan pemilu kemarin. Dia menyebut semua partai telah memberikan ucapkan selamat walau berbeda haluan.

"Tokoh-tokoh yang berpengaruh sebaiknya menurunkan suhu dan mudah-mudahan masyarakat reda emosinya,” jelasnya.

“Alhamdulillah sekarang semua partai sudah memberikan selamat walaupun sebelumnya berbeda haluan," pungkas Jimly.

Baca Juga: Dibuka Mulai 2 Mei, Berikut Persyaratan Lengkap Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek 2024, Tersedia untuk Program S1 hinga S3

Jimly lalu mengenang situasi pada pemilu 2019 di mana sebanyak 900 petugas Kelompok Penyelengaraan Pemilihan Suara (KPPS) meninggal dunia. Ada 6 orang yang meninggal saat demo di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Kalau kita berpikir Pemilu 2024 parah, tapi bila dibandingkan dengan Pemilu 2019 lebih banyak memakan korban,” katanya.
“Kita perlu melakukan modernisasi politik dengan sungguh-sungguh agar tidak merusak persatuan bangsa," kata Jimly.

Dia mengatakan kemarahan masyarakat di Pemilu 2024 disebabkan oleh isu nepotisme dan dinasti politik. Jimly menilai hari ini etika dan rasa malu tidak lagi menonjol.

Baca Juga: Prediksi Skor Borussia Dortmund vs PSG, Semifinal UCL: Condong ke Tim Tamu

"Etika ini perlu kita benahi karena bernegara perlu akhlak dan etika. Selalu ingat ketuhanan, keadilan, dan beretika," ucapnya.

Jimly mengingatkan,masyarakat untuk meredam amarah dan menerima hasil pemilu. Ia juga meminta para pejabat untuk tak ikut emosi.

"Semoga masyarakat kita setelah selesai pemilu mereda jangan sampai merusak bangsa. Termasuk pejabat banyak juga yang emosi, jangan pejabat itu emosi dan memperkeruh keadaan," katanya.

Jimly juga mengajak pengurus ICMI untuk tidak segan dalam memberikan masukan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Konsep yang bisa jadi masukan untuk perbaikan negara ini.***