POJOKSATU.id, JAKARTA— Komentar Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tak jauh beda di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) jelang putusan sengketa Pilpres hari ini, Senin (22/4).
Capres 01 dan 03 ini berharap agar delapan hakim MK diberi kekuatan menyampaikan putusan objektif demi bangsa dan negara.
Ganjar-Mahfud tiba pertama di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (22/4) sekitar pukul 08.08 WIB. Menyusul pasangan Anies-Cak Imin.
Ganjar hadir bersama rombongan tim kuasa hukum yang dipimpin Todung Mulya Lubis.
Baca Juga: Mengenal Lebih Ikon Aston Martin Superleggera dengan Jantung V12
"Kita harus berikan kepercayaan kepada majelis hakim, karena majelis hakim punya kemerdekaan untuk memutus," kata Ganjar, saat berjalan menuju Gedung MK.
Dia mendoakan delapan hakim MK diberi kekuatan menyampaikan putusan paling objektif, demi bangsa dan negara.
"Kita harus percaya kepada mereka, saya dan pak Mahfud pasti tidak akan bicara soal materi, karena kewenangannya ada di sana (majelis hakim MK)," kata Ganjar.
Sementara Anies Baswedan kepada wartawan, saat tiba di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (22/4) mengatakan agar MK mampu mengambil peran menyelamatkan demokrasi Indonesia.
"Kami tidak mau berspekulasi, tapi kami berharap MK mampu mengambil peran menyelamatkan demokrasi kita, membuat mutu demokrasi kita terjaga," kata Anies.
Anies juga titip pesan untuk seluruh masyarakat yang berniat melakukan aksi mengawal putusan MK, agar tetap menjaga ketertiban.
"Saya berharap semuanya tertib, taati peraturan bagi semua yang ikut hadir, dan mari kita dengarkan bersama (putusan MK)," pintanya.
Baca Juga: Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia U23, Usai Bantai Yordania 4-1
Sementara itu Cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengharapkan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, agar hakim MK diberi kekuatan dalam memutuskan sengketa Pilpres.
"Keputusan hakim MK adalah masa depan politik bangsa kita, karena kita ingin ke depan rakyat jelata punya hak dan kesempatan menduduki jabatan politik bagi peran kebangsaannya," kata Cak Imin.
"Sehingga bukan hanya kekuasaan yang menentukan siapa yang menang pada setiap proses demokrasi. Doa seluruh rakyat penting untuk masa depan orang-orang biasa agar bisa hadir dalam politik," kata Ketua Umum PKB itu.***

