POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah alias Semar menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut Presiden Jokowi hendak merebut kursi ketua umum PDIP.
Mardiansyah menilai pernyataan Hasto itu sebagai karangan belaka karena Jokowi yang telah menjabat dua periode presiden itu sangat hormat pada Megawati Soekarnoputri.
“Sehingga yang terlihat tidak hanya hatinya yang sakit atas kekalahan pilpres tapi juga jiwanya terganggu dan kita doakan semoga Hasto segera sembuh," sindirnya.
Semar dalam keterangannya, Kamis (4/4) menyebut, tudingan Hasto terhadap Jokowi yang ingin ambil alih Ketua Umum PDIP semakin menegaskan kalau Hasto tidak hanya stres, tapi juga sedang gunakan jurus mabuk dengan coba menyerang segala arah secara liar.
Dia menyebut pernyataan Hasto ini berlebihan dan keblinger, dan semua tuduhan itu tidak benar.
"Kemarahan atas kekecewaan yang diarahkan pada Jokowi dan Gibran sungguh berlebihan dan keblinger karena semua tuduhan itu tidak benar, sepertinya PDIP khilaf ketika mengangkat Hasto sebagai sekjen partai dan dapat dikatakan ini sekjen terburuk yang PDIP miliki," ungkapnya.
Menurutnya, tudingan dari Hasto tidak hanya melukai Jokowi serta Gibran tapi juga rakyat yang sampai saat ini masih 80 persen mendukung Jokowi.
“Dan tentunya juga menyakiti kami semua Keluarga Besar Rampai Nusantara yang selama ini selalu bersama jokowi, dan kami meyakini Jokowi merupakan Presiden terbaik yang dimiliki bangsa ini," kata Semar.
Diketahui, perseteruan terjadi antara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan Presiden Jokowi terkait rumor atau isu Jokowi mau ambil alih kursi Ketua Umum PDIP.
Politikus senior PDIP Andreas Hugo Pareira memberikan pembelaan terhadap Hasto Kristiyanto.
Andreas Hugo Parreira menilai pernyataan Hasto Kristiyanto soal Presiden Jokowi ingin merebut kursi Ketua Umum PDIP dari Megawati Soekarnoputri, cukup akurat.
Menurut Andreas, Hasto mengetahui segalanya lantaran dekat dengan Megawati Soekarnoputri.
Sebagai seorang Sekjen PDIP, Hasto dekat dengan Ketua Umum Megawati.
Dia mengatakan, Hasto kerap memberikan informasi dan menyampaikan berbagai hal ke Megawati. Sehingga cerita disampaikan Hasto bisa dikatakan akurat.
"Tiap hari bertemu dengan ketum dan melaporkan segala macam hal yang berkaitan dengan peristiwa di dalam partai di luar negeri, maupun juga berkaitan dengan partai. Saya kira Pak Sekjen paham berbagai informasi," kata Andreas kepada wartawan, Rabu (3/4).***

