POJOKSATU.id, JAKARTA-- PDI Perjuangan (PDIP) berkeyakinan tidak ada Jokowi Effect atau efek elektoral yang diberikan Presiden Jokowi di Pemilu 2024 meski menyatakan ikut cawe-cawe di Pemilu 2024.
Menurut Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, penyelenggaraan Pemilu 2024 justru banyak efek penyalahgunaan kekuasaan, efek intimidasi, penggunaan aparat negara, dan juga pemberian bansos secara ugal-ugalan.
"Jadi, yang ada bukan Jokowi Effect tetapi adalah bansos effect, penggunaan aparatur negara effect, intimidasi effect, itu yang terjadi," kata Sekjen Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3).
Baca Juga: Kenang Stevie Agnecya, Samuel Rizal Berjanji Bakal Merawat Putri Semata Wayang Mereka dengan Baik
Hasto menyebut, PDI Perjuangan bisa tetap menjadi peraih suara terbanyak dan meraih hattrick meski sudah bersebrangan jalan dengan Jokowi.
Dia juga mencontoh, bukti tak ada Jokowi Effect karena Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang gagal lolos ke DPR meski dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.
"Buktinya PSI kan juga tidak lolos pemilu meskipun dari sumber-sumber terpercaya itu sudah dilakukan berbagai upaya untuk menggolkan itu," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.***

