POJOKSATU.id, JAKARTA—Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebut hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024 menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Adian Napitupulu membantah dengan tegas jika fraksi PDIP di DPR RI masih gamang untuk menggulirkan hak angket.

Adian Napitupulu menaruh kepercayaan penuh pada Megawati Soekarnoputri bakal tetap konsisten dan berani seperti saat era Orde Baru, 25 tahun, 27 tahun dan 28 tahun lalu.

Baca Juga: Honorer Kriteria Ini Tetap Bisa Daftar PPPK 2024, Meski Pemda Tidak Buka Formasi PPPK 2024, Rugi Kalau Tidak Daftar

“Gua bisa pastikan Ibu Mega adalah orang yang sama yang punya keberanian yang sama seperti 25 tahun 27 tahun 28 tahun yang lalu,” kata Adian kepada wartawan usai menerima peserta demo yang mendesak DPR menggulirkan hak angket, Selasa (19/3).

Di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Adian membantah tegas jika fraksi PDIP masih gamang untuk menggulirkan hak angket.

“Kata siapa kita gamang? Karena kita partai, partai itu organisasi terpimpin. Kalau kita mengatakan Ibu Megawati Soekarnoputri adalah ketua umum dengan sekian kesepakatan kita, hak dan kewenangan ketua umum ya kita ikuti dong, jangan kita sepakati lalu kita langgar. Jangan,” katanya.

Baca Juga: Rekapitulasi KPU Pusat Nyaris 100 Persen, Prabowo Gibran Menang Telak, 3 Provinsi Terbesar Menang Mutlak

“Dan apakah itu berarti gamang? Enggak, enggak gamang,” tegas anggota Fraksi PDIP ini.

Saat ditanya lebih jauh mengenai kapan waktu pasti Megawati menghendaki fraksi PDIP untuk menggulirkan hak angket, dia mengaku belum mengetahui pasti.

“Enggak tahu, enggak tahu. Tapi nanti kan akan disampaikan ketika mau melangkah, pasti disampaikan ke kita kok,” jelasnya.

Baca Juga: Rapat Komisi II DPR dengan Menpan RB Geger, Adik Istri Bupati Madina Tak Pernah Honor Malah Menang PPPK 2023 Tenaga Guru

Adian Napitupulu mengatakan pihaknya tengah mendalami pengguliran hak angket di DPR RI.

Adian menyebut pembahasan terkait angket juga menjadi atensi dari Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

"Sebenarnya kan saya datang kemari kan perintah fraksi. Saya bertemu dan mendengar pernyataan dan gagasan tadi kan perintah fraksi. Tadi saya lagi di Bogor, ketika fraksi perintahkan, ya saya datang," ujar Adian lagi.

Adian Napitupulu menegaskan jika Puan Maharani tak menutup mata terkait dinamika politik. Ia menyebut Puan selalu mencermati setiap peristiwa yang terjadi sebelum mengambil keputusan, termasuk soal hak angket.***