POJOKSATU.id, JAKARTA—Rekonsiliasi usai Pilpres 2024 akan bisa membuat mimpi Presiden ke-6 SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menjadi kenyataan.
Faktor penentu mewujudkan mimpi Mantan Presiden SBY ini adalah Presiden RI terpilih 2024 saat ini, Prabowo Subianto.
Pengamat Politik Ahmad Khoirul Umam menyebutkan, jika pertemuan Megawati Soekarnoputri, SBY, dan Jokowi, benar-benar bisa dilakukan Prabowo, maka hal itu akan membuat mimpi SBY tahun lalu menjadi kenyataan.
Baca Juga: Daftar 12 Pesohor Bertarung di Dapil DKI Jakarta II Kursi DPR RI, Suara Ade Armando Tak Disangka
"Saat itu SBY mimpi dijemput Jokowi, lalu bersama-sama menghampiri Megawati, kemudian bertiga menuju Stasiun Gambir, disambut Presiden RI ke-8, yang akhirnya membuat mereka bersama satu gerbong dalam perjalanan panjang,” jelas Dosen Ilmu Politik dan Internasional Studi Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Minggu (18/2).
“Akankah mimpi itu jadi nyata? Sejarah akan mencatat," katanya lagi.
Dia menanggapi pertemuan Prabowo dan SBY yang dilakukan di kediaman SBY di Pacitan Jawa Timur.
Menurutnya, Prabowo Subianto perlu menemui Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sebagai pembuka jalan rekonsiliasi usai Pilpres 2024.
Menurutnya, jika Prabowo datang menemui SBY sebagai bentuk permohonan doa dan restu politik dari senior yang pernah memimpin Indonesia selama satu dekade (2004-2014), maka per hari ini dia sudah mendapat suport dari Presiden RI ke-6 SBY dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
Yang perlu segera dilakukan Prabowo, kata dia, adalah menemui Megawati Soekarnoputri, sebagai bentuk rekonsiliasi.
"Pemerintahan Prabowo akan stabil jika ia memiliki keberanian datang langsung menemui dan mohon dukungan Megawati Soekarnoputri, sebagaimana dulu Prabowo diajak rekonsiliasi dan dipersilakan bergabung dengan pemerintahan Jokowi pasca Pilpres 2019," kata Khoirul Umam, Minggu (18/2) dilansir RMOL.
Dia juga menambahkan, jika itu benar-benar bisa dilakukan Prabowo, maka itu membuat mimpi SBY tahun lalu menjadi kenyataan.
Baca Juga: Quick Count
"Saat itu SBY mimpi dijemput Jokowi, lalu bersama-sama menghampiri Megawati, kemudian bertiga menuju Stasiun Gambir, disambut Presiden RI ke-8, yang akhirnya membuat mereka bersama satu gerbong dalam perjalanan panjang,” jelasnya.
“Akankah mimpi itu jadi nyata? Sejarah akan mencatat," katanya lagi.
Sementara Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, menyikapi kondisi perpolitikan Tanah Air terkini.
"Tawaran rekonsiliasi dari kubu Paslon Prabowo-Gibran kepada rival politiknya patut diapresiasi," kata Andi, Minggu (18/2).
Langkah itu diharapkan mampu membawa angin segar dan membuka jalan bagi proses demokrasi yang lebih damai dan inklusif di pemerintahan lima tahun ke depan.
"Ini bagian dari perjalanan kontestasi yang memang membutuhkan upaya pendinginan," sambung analisis Politik Universitas Nasional itu.***

