POJOKSATU.id - Prabowo Subianto dikenal sebagai seorang pemimpin yang tegas, disiplin, dan berani serta memiliki karier cemerlang dengan tidak mengambil uang pensiunan dari dinas militer.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono membenarkan beredarnya surat salinan pensiun Prabowo Subianto dari dinas militer ketika Pranowo menjabat.

Dia mengatakan surat tersebut menandakan Prabowo diberhentikan dengan hormat tidak seperti kabar miring yang beredar selama ini, bahkan uang pensiunan nya pun tidak pernah diambil.

Baca Juga: Menang Satu Putaran, Bolone Mase Gelar Sukuran

"Benar sekali, tuduhan yang selama ini dilontarkan kepada beliau bahwa beliau dipecat memang tidak benar. Saat inilah kami kira waktu yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut secara terbuka," kata Sugiono Kamis (4/4) dilansir dari merdeka.com.

Dalam surat itu disebutkan besaran uang pensiun yang diterima oleh Prabowo per bulan adalah sebesar Rp 330.000.

Sugiono menuturkan, Prabowo selama ini tidak pernah mengambil uang pensiunannya tersebut.

Baca Juga: Dilantik Jadi Pj Gubernur Jatim, Khofifah Yakin Adhy Karyono Mampu Pertahankan Prestasi Pemprov

Hal itu dilakukan sejak Sugiono masih menjadi asisten pribadi Prabowo.

Karier Militer Prabowo Subianto

Prabowo Subianto, seorang politisi, pengusaha, dan mantan perwira tinggi militer Indonesia, telah menghabiskan 28 tahun kariernya di militer setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang pada tahun 1976.

Dia memulai karirnya di TNI Angkatan Darat sebagai Letnan Dua dan bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) hingga tahun 1985, di mana dia memimpin misi penangkapan Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin.

Baca Juga: Ajak Netizen Saling Memaafkan, Teuku Wisnu : Kita Bukan Perkubuan Paslon Lagi, Tapi Kembali Jadi Rakyat Indonesia

Setelah itu, dia menjabat dalam berbagai posisi di Batalyon Infanteri Lintas Udara dan Brigade Infanteri Lintas Udara sebelum kembali ke Kopassus pada tahun 1993.

Pada tahun 1995, dia diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan kemudian menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Prabowo terlibat dalam sejumlah kontroversi, termasuk usaha untuk meredam kerusuhan Mei 1998 dan hubungannya dengan pemerintahan Soeharto.

Baca Juga: Pelaku Penipuan Agen BRI Link Dihakimi Massa di Karawang

Meskipun dihentikan dari jabatannya oleh Habibie, dia kemudian diberi tugas sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung sebelum dinyatakan bersalah oleh Dewan Kehormatan Perwira atas sejumlah tuduhan, termasuk pelanggaran hukum pidana militer.

Kontroversi terkait dengan penghentian dinas militer Prabowo tetap menjadi bahan perdebatan, terutama selama pemilihan umum 2009, ketika politisi Gerindra, Fadli Zon, menyangkal bahwa Prabowo dipecat, tetapi mengklaim bahwa dia "diberhentikan dengan hormat".***