POJOKSATU.id - Berdasarkan hasil dari jajak pendapat yang dilaksanakan Pojoksatu.id bersama Radar Bogor dan Metropolitan, terungkap bahwa Generasi Z (Gen Z) sering menemukan berita hoax mengenai capres dan cawapres.

Dari 100 responden Gen Z yang terlibat dalam jajak pendapat tersebut, terungkap bahwa mayoritas gen Z, mengaku kesulitan untuk membedakan antara berita yang benar dan berita yang palsu, terutama ketika berbicara tentang politik dan pemilihan umum.

penyebaran berita palsu dapat mengganggu proses demokrasi, terutama ketika melibatkan pemilihan umum yang menentukan masa depan sebuah negara.

Itulah mengapa pentingnya literasi media yang lebih baik di kalangan generasi muda, serta upaya bersama untuk mengidentifikasi dan memerangi informasi yang salah atau menyesatkan.

Baca Juga: Kisah Miko Kobayashi, Wali Kelas Grup Detektif Cilik

Hasil jajak pendapat terhadap Gen Z ini membuktikan bahwa tingkat literasi pada Gen Z rendah, hanya sebanyak 28% yang tidak pernah mendapatkan atau mengonsumsi berita hoax terkait capres dan cawapres.

Tidak hanya membutuhkan upaya dari individu untuk menjadi lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima, tetapi juga perlunya peran aktif dari platform media sosial dan lembaga pendidikan untuk menyediakan sumber daya yang dapat membantu masyarakat dalam memilah informasi yang dapat dipercaya.

Dengan pemilihan umum yang semakin dekat, kekhawatiran tentang penyebaran berita palsu menjadi semakin mendesak.***

Artikel ini ditulis oleh Arya Pratama dengan judul “72% Gen Z Sering Menemukan Berita Hoax Tentang Capre dan Cawapres”.