POJOKSATU.id – Keputusan Mahfud MD mundur dari kabinet Jokowi disambut baik Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono.

Mahfud MD mundur dari kabinet Jokowi karena ia maju dalam Pilpres 2024 sebagai cawapres Ganjar Pranowo.

Menurut Ono, Mafud MD mundur dari kabinet Jokowi itu sangat tepat untuk memberikan kesadaran bagi rakyat bahwa pemilu 5 tahunan harus didasari dengan demokrasi yang berjalan dengan baik.

Baca Juga: Sandiaga Uno Respon Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi, Dulu juga Mundur saat Dampingi Prabowo

"Dari dan untuk rakyat, rakyatlah yang berkuasa. Dan tidak ada kekuasaan yang bisa mengintimidasi dan menekan rakyat,” kata Ono, Kamis 1 Februari 2024.

Ono juga berharap Presiden Joko Widodo dapat segera menerima kehadiran Pak Mahfud untuk menyerahkan secara langsung surat pengunduran dirinya.

“Bagaimanapun juga demokrasi yang berjalan baik ditandai dengan tidak adanya turut campur kekuasaan dalam pemilu,” beber anggota Komisi IV DPR RI ini.

Baca Juga: Nah, Mahfud MD Mundur dari Kabinet Karena Mau Protes Kekuasaan Aparat Disalahgunakan

Dalam konstitusi dan perundangan, sangat jelas bahwa pemilu harus jurdil bebas dan rahasia.

Maka siapapun yang ada dalam lingkaran kekuasaan harus dibatasi terlebih bila memiliki kepentingan politik.

Dan hal itulah yang sangat dimengerti dan dipahami Mahfud MD.

Baca Juga: Mahfud MD Ternyata Belum Ajukan Surat Resmi Pengunduran Diri, Ini Penjelasan Stafsus Presiden

"Tetapi Presiden Jokowi malah mempertontonkan bahwa kekuasaan itu bisa dengan leluasa bermain pada wilayah pemilu yang pasti akan menciderai demokrasi,” kata dia.

Ono mengakui ada aturan bagi calon yang tengah berkontestasi tidak mundur dari jabatannya tetapi bisa dengan syarat cuti atau di luar hari kerja.

"Namun dalam beberapa kegiatan kementerian, banyak temuan dan informasi yang menyampaikan bahwa calon tersebut memanfaatkan jabatannya,” bebernya.

Ono juga menyoroti pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut bahwa presiden dan pejabat lain boleh berkampanye.

Akibatnya, banyak pejabat berkeliling mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar yang patut diduga untuk kepentingan Pemilu 2024.

Baca Juga: Mahfud Md Sudah Siapkan Surat Pengunduran Diri

“Misalnya Menteri Pertanian RI yang secara politik bisa saja dekat dengan salah satu partai politik karena anaknya mencalonkan anggota legislatif."

"Kerjaannya muter-muter terus bicara masalah pertanian dengan narasi pemerintah sudah baik kinerjanya padahal rakyat saat ini sangat kesulitan terutama masalah pupuk,” ujarnya.

Demikian pula program bansos yang penyalurannya ditarik lebih awal, sampai-sampai presiden sendiri yang ikut membagikan dibarengi operasi pasar.

Baca Juga: Mahfud Mundur dari Kabinet, TKN dan Jubir Malah Sarankan Prabowo Sebaliknya, Tetap Bertahan Menhan

"Mungkin tujuannya adalah supaya tidak ada persepsi negatif terhadap kinerja Presiden yang akan berpengaruh terhadap suara anaknya yang mencalonkan sebagai wapres,” tandas Ono Surono.***