POJOKSATU.id, JAKARTA-- Cawapres no urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dinilai tampil memukau dalam debat keempat cawapres yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1) malam.

Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal melihat dalam debat cawapres tersebut Cak Imin menunjukkan kualitas dan kemampuannya menguasai tema debat.

Adapun tema yang diusung meliputi Energi, Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Mineral (SDM), Pangan, Pajak Karbon, Lingkungan Hidup dan Agraria.

Baca Juga: Wabup Madina dan Sekda Alamulhaq Daulay Diperiksa Poldasu Terkait Dugaan Suap PPPK Guru 2023

“Saya berpikir tadi Mahfud ya, tapi tadi Gus Muhaimin sangat memukau di akhir," kata Azhari kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (22/1/2023).

"Saya tanpa mengurangi rasa hormat, Gus Muhaimin yang mendapatkan tempatnya. Gus Muhaimin, Mahfud MD dan terakhir Gibran,” sambungnya.

Azhari menyebut dalam debat tersebut Cak Imin berulang kali menjelaskan keberhasilannya dalam membentuk Undang Undang.

Pendamping Anies Baswedan itu bahkan menjanjikan anggaran desa hingga Rp5 miliar untuk meyakinkan publik bahwa dirinya memang amat menguasai tema debat kali ini.

Baca Juga: Tak Terima Palti Hutabarat Ditangkap, Gerakan Pro Demokrasi Geruduk Mabes Polri

“Karena beliau fokus kepada keberhasilan membangun Undang Undang Desa. Apalagi juga ada 13.000 Desa yang lebih baik. Beliau juga fokus kepada anggaran desa yang sampai Rp 5 Miliar,” ucapnya.

Sementara Gibran menurut Azhari, sering kali menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan refrensi kalimat yang kelak akan menjadi viral.

"Ini merupakan bentuk strategi debat yang patut diapresiasi," tuturnya.

Sebaliknya Mahfud MD, ungkap Azhari, cukup fokus pada pembahasan kemandirian pangan yang seharusnya dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dari luar negeri.

Baca Juga: Dualisme Kepemimpinan Nasional antara Soekarno dan Soeharto, Awal Munculnya Transisi Orde Lama ke Orde Baru

Aktivis Meratus Tangguh Institute, Arif Zulkifli, menilai debat keempat tersebut belum menunjukkan komitmen dari seluruh cawapres terhadap kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar wilayah tambang.

Padahal seharusnya dengan adanya penambangan, kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tersebut semestinya juga dapat meningkat.

“Tapi yang disayangkan yang disorot hanya potensi saja, dan bagaimana berinvestasi di situ. Tetapi tidak dilihat banyak sekali masalah di masyarakat," terangnya," tambahnya.

"Jarang Pemerintah fokus dalam hal itu. Misalnya lihat saja masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang timah di Bangka Belitung. Masyarakatnya terbelakang dan akhirnya tambang tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.***