POJOKSATU.id, JAKARTA—Capres Anies Baswedan menyinggung nama Hoegeng, Baharuddin Lopa dan Muhammad Hatta dalam acara Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) KPK, Rabu malam (17/1).
Capres Anies Baswedan diberikan kesempatan pertama dalam respon dan pidato atas komitmen antikorupsi yang digelar KPK.
Dalam pidatonya, Anies menyinggung nama mantan Kapolri Jenderal Hoegeng, mantan Wapres Muhammad Hatta dan mantan Menteri Kehakiman dan HAM, Baharuddin Lopa.
Baca Juga: Lebih 2 Minggu Bupati Madina Tak di Kantor, Demo HMI Kisruh PPPK 2023 Kembali Gagal Temui Sukhairi
Beberapa poin yang disampaikan Anies yaitu revisi peraturan atau undang-undang KPK, kemudian standar etika harus tinggi di tubuh KPK.
Kemudian rekrutmen di KPK harus diperbaiki bersama-sama baik pimpinan maupun staf.
Anies juga membahas tentang Rancanangan Undang-undang (RUU) pendanaan politik.
“Hadiah yang layak bagi pemburu koruptor. Semua pihak yang melaporkan dan memburu koruptor diberikan hadiah yang layak,” katanya.
Baca Juga: Uchok Sky Khadafi Minta Poldasu Periksa Bupati Madina, Dugaan Suap Tak Mungkin Tersangkanya Satu
Diketahui, kehadiran pasangan capres-cawapres di kantor KPK itu dalam rangka mengikuti pembahasan terkait pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Ketiga pasangan capres-cawapres juga diminta berbicara terkait upaya mereka menguatkan pemberantasan korupsi ke depan.
Acara yang digelar KPK RI itu diberi nama "Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas)".
Pasangan capres cawapres ini sudah hadir di Kantor KPK sebelum acara dimulai, baik pasangan No 1 Anies-Cak Imin, pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta pasangan Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.***

