POJOKSATU.id, JAKARTA-- Sosok Mayor Teddy Indra Wijaya kini menjadi perbincangan hangat di publik lantaran berada di barisan pendukung capres Prabowo Subianto saat debat perdana di KPU Selasa (12/12).
Terungkap, ternyata kehadiran Mayor Teddy Indra Wijaya di debat perdana capres dan cawapres tak lain menjalankan tugasnya sebagai ajudan pribadi Menhan Prabowo Subianto.
"Teddy ditunjuk sejak tahun 2020 (jadi ajudan) pangkatnya Mayor," Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Mochamad Iriawan, Rabu (20/12/2023).
Jadi, kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, kehadirannya tidak mungkin untuk mengorbankan karirnya di TNI.
Apalagi kehadirannya di debat perdana itu dikait- kaitkan dengan ketidaknetralan TNI di Pilpres 2024 mendatang.
"Mana mungkin dia mau mengorbankan karirnya yang masih panjang. Gak mungkinlah," ucap Iwan Bule.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga meminta agar kehadiran Mayor Teddy Indra Wijaya di debat perdana Pipres tidak usah dibesar-besarkan.
Karena kehadirannya itu, merupakan hal kebetulan lantaran atasannya yang menjadi capres.
"Saya pikir tak perlu dipermasalahkan, kebetulan aja ada di sana. Kan gantian, ajudan ada 6 apa 7 tuh, lancar itu," tuturnya.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Diduga Nistakan Agama Islam, Ucapan Amin Hingga Duduk Tasyahud Salat Dibuat Candaan
Seperti diketahui, ajudan Menteri Pertahanan yang juga calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, Mayor Inf Teddy Indra Wijaya menjadi sorotan lantaran hadir dalam debat capres yang digelar KPU beberapa waktu lalu.
Dalam sejumlah video dan foto beredar, Teddy terlihat duduk dalam barisan pendukung Prabowo. Ia tampak mengenakan pakaian dengan warna yang sama dengan pendukung Prabowo.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan kehadiran Teddy dalam acara itu karena melekat ikut agenda Prabowo.
Julius menyebut Teddy tidak mewakili institusi TNI. Selain itu, kehadiran Teddy juga dinilai bukan karena kepentingan pribadi.
"Dia hanya ajudan yang mengikuti kegiatan Menhan. Tidak mewakili institusi TNI atau kepentingan pribadi. Ajudan melekat ikut kegiatan Menhan," kata Julius lewat pesan singkat, Senin (18/12).***
