POJOKSATU.id - Debat Pertama Calon Presiden (Capres) 2024 telah diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta pada 12 Desember 2023 lalu.
Anies Baswedan, capres nomor urut 1, mengatakan dalam debat tersebut bahwa demokrasi itu adanya kebebasan berbicara, adanya opisisi yang bebas mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah, serta adanya proses pemilu yang netral, transparan, jujur, dan adil.
Ia juga menambahkan bahwa demokrasi lebih dari sekadar partai politik, rakyat tidak percaya pada proses demokrasi saat ini.
Baca Juga: Debat Capres Ramai Dibahas, Prabowo Bilang Bahwa Pendirian Tempat Ibadah Dipersulit
Dikutip dari dataindonesia.id dari kabarmakassar.com, hasil riset Economist Intelligence Unit (EIU) menyatakan bahwa Indeks Demokrasi Indonesia mencapai skor 6,71 pada tahun 2022.
Skor itu sama dengan Indeks Demokrasi Indonesia pada tahun 2021.
Indeks Demokrasi dari EIU dinilai dari lima indikator, yaitu proses pemilu dan pluralisme, partisipasi politik, fungsi pemerintahan, budaya politik dan kebebasan sipil, dan partai politik.
Baca Juga: Tanggapan Anies Baswedan Ketika Ditanya Soal Proyek IKN, Fokus pada Solusi dan Kebutuhan Rakyat
Skor masing-masing indikator tersebut, berturut-turut, adalah 7,92; 6,18; 7,86; 4,38; 7,22.
Skor tertinggi diraih dari indikator proses pemilu dan pluralisme. Sedangkan, skor terendah didapat dari indikator budaya politik.
Peringkat demokrasi Indonesia dalam skala global, yaitu 54 dan tergolong cacat (flawed democracy).***
