POJOKSATU.id, JAKARTA— Terjadi debat sengit antara Ganjar vs Prabowo soal penculikan aktivis 98 pada saat debat capres perdana, Selasa malam (12/12) yang digelar di halaman KPU RI, Jakarta Pusat.

Pada sesi tanya jawab capres, Ganjar mempertanyakan soal penculikan aktivis 98. Namun Prabowo membalas pertanyaan itu sangat tendensius yang ditujukan kepadanya.

Prabowo beralasan kenapa 13 aktivis mahasiswa 98 yang hilang saat itu malah ditanyakan kepadanya soal keberadaan kuburannya.

Pada saat diberikan kesempatan memberikan pertanyaan pada Prabowo di sesi tanya jawab soal penegakan HAM, Ganjar Pranowo malah langsung memberikan soal penculikan aktivis 98.

Baca Juga: Umumkan Masuk Wajib Militer Bulan Ini, Sehun EXO Minta Maaf ke Fans Memberi Kabar Dadakan

Menurut Ganjar mengawali narasinya, pada tahun 2009 lalu, DPR sudah mengeluarkan 4 rekomendasi kepada presiden.

Pertama, membentuk pengadilan HAM ad hoc. Yang kedua, menemukan 13 korban penghilangan paksa. Yang ketiga memberikan kompensasi dan pemulihan, dan yang keempat meratifikasi konvensi antipenghilangan paksa sebagai upaya pencegahan.

Lalu Ganjar bertanya lagi ke Prabowo apakah akan membereskan masalah HAM berat dan membuat pengadilan HAM ad hoc jika terpilih jadi presiden.

"Pertanyaan saya ada dua, kalau Bapak ada di situ apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR? Pertanyaan kedua, di luar sana banyak menunggu ibu-ibu, apakah Bapak bisa membantu menemukan di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah?" tanya Ganjar.

Baca Juga: Debat Capres Pertama, Pengamat Nilai Pasangan Prabowo-Gibran Tetap Unggul di Survei

Prabowo lalu menjawab dan mengaitkan pertanyaan ini dengan posisi Mahfud MD yang menjabat sebagai Menko Polhukam di era Jokowi.

"Pak Ganjar, justru tadi Anda sebut tahun 2009 kan, jadi sekian tahun yang lalu kan, dan masalah ini ditangani oleh wakil presiden Anda. Ya jadi apalagi yang mau ditanyakan kepada saya, saya sudah menjawab berkali-kali, ada rekam digitalnya, saya sudah menjawab berkali-kali," jawab Prabowo.

Prabowo menuturkan masalah ini selalu ditanyakan setiap 5 tahun jika polling-nya naik.

Prabowo juga menyebutkan orang-orang atau mahasiswa yang dianggap diculik tahun 1998 lalu, ternyata kini sudah berada di kubunya.

Baca Juga: Anies Tanya ke Ganjar Soal Penanganan Kasus KM 50, Jawabannya Tak Jelas, Pengacara HRS Komentar Gini

“Orang-orang yang dulu disebut hilang itu sudah ada di kubu saya,” jelasnya.

Prabowo lalu menoleh ke belakang ke barisan pendukungnya, dan terlihat sorotan kamera mengarah kepada Budiman Sudjatmiko dan Andi Arief.

"Bapak tahu data nggak? Bapak tanya ke kapolda tahun ini berapa orang hilang di DKI, ada mayat yang diketemukan beberapa hari yang lalu, dan sebagainya, come on Mas Ganjar, ya,” jelasnya.

“Jadi saya katakan bahwa saya sangat keras membela hak asasi manusia," tegasnya.

Mendengar jawaban Prabowo itu, Ganjar menilai jawaban Prabowo tidak tegas. Padahal, menurutnya Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas.

Baca Juga: Fafi Peduli Sahabat SandiUno For Ganjar Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Bareng Emak-emak

"Pak Prabowo ini punya ketegasan yang luar biasa, luar biasa, tapi sayang pada dua jawaban ini sama sekali tidak punya ketegasan itu," ujar Ganjar.

Ganjar lantas kembali menjelaskan pertanyaannya yang dianggap tidak dijawab oleh Prabowo. Dia kembali mengulangi dua pertanyaan soal HAM ini.

Lalu Ganjar melanjutkan bahwa jika dia jadi presiden, maka dia akan membereskan hal tersebut.

Setelahnya, Prabowo memberikan pembelaan. Dia tidak setuju dengan anggapan Ganjar yang menyebut dirinya tidak tegas.

Baca Juga: 84 Menit Duel Sengit Lawan Juara Dunia 2 Kali, Prifad Menang di Hari Pertama BWF WTF 2023

Prabowo menegaskan jika dia terpilih maka dia akan menegakkan HAM.

"Lho, kok saya dibilang tidak tegas. Saya tegas akan menegakkan HAM. Masalah yang Bapak tanyakan agak tendensius. Kenapa yang 13 orang hilang pada saat itu ditanya kepada saya?" kata Prabowo.

"Itu tendensius, Pak Ganjar, itu tendensius," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan masalah HAM ini telah diurus oleh pemimpin terdahulu. Dia pun siap jika pengadilan HAM diadakan untuk menuntaskan masalah ini.

"Wakil bapak yang mengurus ini selama ini. Kalau memang keputusannya mengadakan pengadilan HAM, ya kita adakan pengadilan HAM. Ndak ada masalah," tegas Prabowo Subianto.***