POJOKSATU.id, JAKARTA— PPP dan PDIP akan melakukan evaluasi atas narasi-narasi yang disampaikan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD ke publik.
PPP dan PDIP melakukan evaluasi ini merespons serius turunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud belakangan ini sesuai dengan yang disampaikan beberapa lembaga survei.
Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, sependapat dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang akan mengevaluasi pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
“Tentu kita evaluasi, termasuk Pak Mahfud, bukan hanya Pak Ganjar, karena satu pasangan,” kata Mardiono kepada wartawan, di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).
Evaluasi yang dimaksud, kata dia, yakni memperbaiki narasi-narasi yang digunakan, setelah menyimak respons publik, agar pesan yang disampaikan Ganjar-Mahfud bisa sampai dengan baik di masyarakat.
Baca Juga: Mantan Kepala BIN Prediksi Prabowo-Gibran Menang, Ini Tanggapan Kubu Ganjar-Mahfud
“Narasi-narasi itulah yang perlu kita evaluasi, yang menjadi prioritas utama,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, merespons serius turunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud, belakangan.
Respon itu disampaikan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/11).
Menurut Puan, pihaknya akan melakukan evaluasi internal, demi mendongkrak elektabilitas pasangan calon yang diusung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo itu.
Seperti diketahui, dalam survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD terus menurun selama September-November 2023.
Penurunan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang disebut-sebut sebagai akibat dari sikap kritisnya pada penegakan hukum di Indonesia, namun itu dibantah PPP.
Baca Juga: Game Edukasi Wordwall, Solusi Mengatasi Kejenuhan dalam Pembelajaran Anak Sekolah Dasar
Bantahan itu, disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono. Dikatakan Mardiono, tentu apa yang disampaikan Ganjar sudah memiliki perhitungan.
"Pak Ganjar memiliki perhitungan itu ya Pak Ganjar ini seorang politisi, beliau juga seorang top birokrat, beliau juga seorang akademisi," ujar Mardiono kepada wartawan di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).
Menurut Mardiono, Ganjar tidak dalam konteks mengkritik penegakan hukum. Ganjar, kata dia, hanya mengungkapkan data yang dimiliki berdasarkan realita saat ini.
"Apa yang disampaikan Ganjar itu bukanlah kritik, tapi adalah mengangkat sebuah isu nasional kita yang memang masih memiliki kebutuhan bagaimana untuk memperbaiki tentang pendekatan hukum," tuturnya.***

