POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pilpres 2024 yang diikuti oleh tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden diprediksi akan berlangsung dua putaran.

Pasalnya, basis suara setiap pasangan capres-cawapres belum bisa dikalkulasikan karena akan terpecah.

Pengamat politik Gde Siriana Yusuf menilai Pilpres 2024 seperti ibarat sepakbola, yang awalnya masih babak penyisihan.

"Ibarat sepakbola, saat ini masih babak grup, pertarungan sesungguhnya nanti di putaran kedua, head to head," kata dia dihubungi, Senin (20/11/2023).

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indonesia Futere Studies itu menjelaskan, setiap pasangan capres-cawapres harus cermat mengatur startegi agar bisa melenggang ke babak selanjutnya.

Baca Juga: Soal Pakta Integritas Pj Bupati Sorong, Bawaslu RI Pastikan Akan Usut Tuntas, Ganjar Siap-siap Ya!

Namun, dia memastikan dari ketiga pasangan itu pasti ada yang gugur diputaran pertama.

Oleh karena itu, setiap koalisi masing-masing harus bisa memaksimalkan pasangan calonnya.

Gde Siriana juga menyarankan mulai membangun aliansi eksternal untuk bisa bertahan dan melenggang ke babak final.

"Yang punya potensi sebagai juara dan runner up bisa saja bekerja sama untuk menggagalkan peluang lolos tim paling lemah, yang saat ini di posisi terbawah," pungkasnya.

Baca Juga: Hukum Humaniter Dilanggar Israel, RS Indonesia di Gaza Dibom, 12 Orang Tewas dan 3 WNI Hilang Kontak

Untuk diketahui, ada tiga pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024.

Di antaranya, pasangan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan nomor urut 1.

Anies-Cak Imin diusung oleh tiga partai politik yaitu Partai Nasdem, PKS dan PKB.

Kemudian, pasangan capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendapat nomor urut 2.

Adapun partai pengusungnya yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat PBB, Partai Gelora, PSI, Partai Prima dan Partai Garuda.

Sedangkan, Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mendapat nomor urut 3 diusung oleh PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo dan Partai Hanura.***