POJOKSATU.ID- Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai nomor urut pasangan capres-cawapres tidak mempunyai pengaruh dalam menentukan pilihan masyarakat.
Dia mengatakan, nomor urut tersebut hanya sebatas angka yang tidak menjamin kemenangan kandidat capres-cawapres.
"Nomor urut paslon Pilpres tidak mempengaruhi masyarakat menentukan pilihan," kata Emrus dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Baca Juga: Selamatkan Bumi, Polresta Cirebon Laksanakan Penanaman 1500 Bibit Pohon
Menurut Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) itu, kemenangan pasangan capres-cawapres tergantung dari startegi politik.
"Makna nomor 1 atau 2 atau tiga sangat tergantung pada dua hal. Strategi komunikasi pemasaran, politik, dan strategi komunikasi politik," tutur Emrus
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan nomor urut calon presiden dan wakil presiden 2024, Selasa (14/11/2023) malam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengundian nomor urut dilakukan di kantor KPU, Jakarta. Acara pengundian dibuka oleh Ketua KPU Hasyim As'hari pada pukul 18.26 WIB.
"Mengucap bismillah rapat pleno terbuka dalam agenda pengundian nomor urut dibuka," Kata Hasyim, Selasa (14/11/2023).
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang mendapatkan kesempatan awal dan mendapatkan nomor urut 1.
Baca Juga: Viral di Tiktok, Al Baik Supermarket Tidak Jual Produk pro-Israel
Selanjutnya giliran pasangan capres-cawapres dari poros PDIP, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapatkan nomor urut 3.
Sedangkan, capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapatkan nomor urut 2.
"Dengan demikian nomor urut capres dan cawapres pemilu 2024 sebagai berikut," kata Hasyim. ***
