POJOKSATU.IDPartai Amanat Nasional (PAN) tidak terima dengan hasil survei Charta Politika yang menyebut elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan usai mengusung Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi pun mempertanyakan kredibilitas hasil temuan survei Charta Politika.
Sebab, dalam survei internal elektabilitas Prabowo justru mengalami kenaikan secara signifikan usai resmi menggandeng Gibran Rakabuming.
Baca Juga: Dituding Tahan Gaji Karyawan, Chat Kasar Fuji Disebar ke Publik, Marissya Icha Kesal Jadi Tertuduh
"Ya namanya Charta Politika, silakan saja membuat hasil survei seperti itu," kata Viva saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/11/2023).
"Tetapi hasil survei internal justru berbeda dengan hasil survei Charta Politika. Setelah berpasangan dengan Gibran, elektabilitas Prabowo mengalami kenaikan," sambungnya.
Anak buah Zulkifli Hasan itu tak merasa heran jika hasil setiap lembaga survei berbeda-beda dalam menyampaikan hasil temuan surveinya terhadap elektabilitas capres ataupun cawapres.
Baca Juga: Prediksi Skor Shakhtar Donetsk vs Barcelona MD4 Grup H 8 November: Pertama Lolos 16 Besar
"Mengapa hasil lembaga survei berbeda-beda? Jika sebatas perbedaan karena persoalan margin of error, masih bisa dimaklumi," ujar dia.
"Tetapi jika karena faktor non ilmiah, ya itu tergantung kepada kredibilitas lembaga surveinya," kata Viva.
Oleh karena itu, lanjut Viva, masyarakat akan dapat menilai apakah suatu lembaga survei itu memiliki integritas, obyektif, dan ilmiah, atau justru dimanfaatkan oleh kubu politik tertentu.
"Apa hanya menjadi tukang legitimasi politik karena menjadi konsultan politik dari kandidat tertentu," tuturnya.
Baca Juga: Senangnya Warga Musi Rawas Ketika Ganjar Menginap di Desanya
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya berpandangan, sosok bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka justru menjadi beban bagi bakal calon presiden Prabowo Subianto.
Hal ini ia sampaikan berkaca dari elektabilitas Prabowo yang justru turun setelah mengumumkan Gibran sebagai bacawapres yang akan mendampinginya pada Pemilihan Presiden 2024.
"Kita bisa lihat atau berspekulasi dan membuat hipotesa bahwa masuknya nama Mas Gibran sebagai cawapres malah menjadi liabilities, bukan menjadi aset," kata Yunarto dalam konferensi pers, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Sahabat Karib Bongkar 2 Ketakutan Terbesar Caroline Angelica, Relate dengan 2 Surat Wasiat di Saku Celana
Yunarto menuturkan, berdasarkan survei pada 13-17 Oktober 2023, elektabilitas Prabowo unggul dibandingkan Ganjar Pranowo secara head to head dengan selisih 9,8 persen, yakni 49,4 persen berbanding 39,6 persen.
Namun, elektabilitas Prabowo justru turun menjadi 44,4 persen berdasarkan survei periode 26-31 Oktober 2023, usai Gibran diumumkan sebagai cawapres.
Dalam periode yang sama, elektabilitas Ganjar yang sudah menggandeng Mahfud MD sebagai cawapresnya justru mengalami peningkatan menjadi 40,8 persen. ***


