POJOKSATU.id - Gibran Rakabuming Raka dipecat PDIP dan otomatis dianggap sudah bukan lagi kader PDIP karena dinilai sudah mbalelo atau berkhianat.
Gibran dipecat PDIP lantarn menerima pinangan sebagai cawpares Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024.
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun menyatakan, PDIP sejak awal sudah menyatakan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres sejak 21 April 2023.
Baca Juga: Hasil French Open 2023: The Daddies Tundukkan MD Ranking 1 Dunia, Umur Hanyalah Angka
"Saat itu Ibu Mega menyatakan tidak ada yang boleh melakukan dansa politik," ujar Komarudin Watubun dalam keterangannya dikutip Pojoksatu.id, Kamis 26 Oktober 2023.
Sejak saat itu, seluruh kader banteng diinstruksikan wajib bergerak serentak turun ke bawah untuk memenangkan Pemilu 2024.
"Baik pemilu presiden dengan Pak Ganjar sebagai calon presiden maupun pemilu legislatif,” bebernya.
Namun kemudian putra sulung Presiden Jokowi itu kemudian terindikasi melakukan manuver politik.
Yakni bertemu dengan salah satu bacapres di Solo yang tidak lain adalah Prabowo Subianto.
Pertemuan itu juga sudah ditengarai bukan hanya sebatas pertemuan Wali Kota Solo dan Menteri Pertahanan.
Baca Juga: Saat Penyidik Polda Metro Sibuk Geledah Rumahnya, Firli Bahuri Malah Santai Foto Bareng Ketua RT
Karena itu PDIP kemudian memanggil Gibran ke DPP PDPI di Jakarta pada 22 Mei 2023.
Pemanggilan Gibran itu dilakukan untuk memberikan klarifikasi terkait pertemuan dengan Prabowo di Solo.
"Saat itu, sebagai kader yang junior, kami tidak menjatuhkan sanksi. Kami berikan nasihat untuk patuh pada aturan partai," ingatnya.
Sementara Gibran merespon pemanggilan itu dengan menyatakan komitmennya kepada PDIP dan instruksi Megawati Soekarnoputri.
"Saat itu, Gibran menyampaikan terima kasih atas nasihatnya dan sebagai kader muda berjanji akan tetap tegak lurus sesuai arahan Ibu Ketua Umum," sambungnya.
Baca Juga: Terungkap Kalimat yang Bikin Roy Bunuh Mahasiswi Surabaya Angeline Nathania, Ada Kata Lonte
Akan tetapi itu semua kemudian terbukti bahwa Gibran menerima pinangan sebagai cawapres Prabowo Subianto.
Diawali dengan menerima mandat dicalonkan sebagai cawapres Prabowo oleh Partai Golkar.
Disusul kemudian deklrasi resmi dan pendaftaran ke KPU RI sebagai pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 pada 25 Oktober 2023.
Baca Juga: Ternyata Menkumham Yasonna Laoly Anak Kolong: Saya Memang Sering Tidur di Kolong
Komar menyatakan, bahwa aturan partai sudah tegas.
Karena tidak tegak lurus pada partai, maka otomatis Gibran sudah dianggap bukan lagi anggota PDIP.
"Ibu Ketua Umum juga dalam sejumlah kesempatan dengan tegas bahwa tidak boleh dan melarang kadernya ada di dua kaki," ujarnya.
Dia menyebut bahwa Gibran juga resmi bukan kader banteng setelah ia resmi mendaftar sebagai cawapres Prabowo Subianto.
"Secara de facto, keanggotaan Gibran di PDI Perjuangan telah berakhir setelah pendaftarannya secara resmi menjadi Cawapres dari KIM," tegasnya.
Kendati demikian, ia meminta publik tidak menggembor-gemborkan hal ini.
"Jadi, teman-teman wartawan santai saja. Tidak perlu heboh. Dalam organisasi partai, keluar, pindah, berhenti dan beralih itu hal yang biasa," ujarnya.
Karena sudah mengindahkan instruksi partai itulah maka Gibran dianggap bukan lagi bagian dari PDIP.
Baca Juga: Penyidik Polda Metro Jaya juga Geledah Tempat Pijat Refleksi Milik Istri Firli Bahuri, Nihil juga?
"Tapi ingat, keluar satu kader, ada banyak kader-kader partai baru yang potensial bergabung dengan partai dan TPN Ganjar-Mahfud,” tandas Komarudin Watubun.***




