POJOKSATU.id, JAKARTA— Mahfud MD resmi ditetapkan sebagai Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 nanti dan menyampaikan pidato pertama yang memikat.

Dalam pidato pertama usai dideklarasikan sebagai cawapres Ganjar, Mahfud MD malah ngaku tak pernah kampanye dan pasang spanduk untuk maju capres atau cawapres di 2024 ini.

Menilik kilas balik Mahfud MD yang kini resmi Cawapres Ganjar, ternyata pernah dikecewakan Jokowi pada tahun 2018 lalu, dimana dia digadang-gadangkan saat itu sebagai cawapres Jokowi.

“Baru kali ini lah saya bersedia sebagai cawapres. Kali ini saya bersedia mendampingi Mas Ganjar,” kata Mahfud MD di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2023).

Baca Juga: Mahfud MD Resmi Cawapres Ganjar Pranowo, Megawati : Rakyat Kenal Dia Pendekar Hukum

Dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah menunjuknya sebagai Menko Polhukam selama ini sehingga dia bisa berhidmat untuk bangsa dan negara.

“Saya juga pada akhirnya ucapkan terima kasih kepada Mbak Puan Maharani, Mas Prananda, Mas Arsyad Rasyid, Mas Hasto, Andika Perkasa dan teman lainnya yang tak bisa saya sebut satu per satu,” ujarnya.

Dikecewakan Jokowi 2018 Lalu

Resminya Mahfud MD ini menjadi cawapres Ganjar Pranowo, mengingatkan kejadian Pilpres 2019. Dimana Mahfud sempat digadang-gadang menjadi cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) kala itu.

Mahfud sendiri secara blak-blakan mengatakan Jokowi sudah menjatuhkan pilihan kepadanya pada sehari sebelum pengumuman cawapres.

Baca Juga: Ramai Cawapres Ganjar Adalah Mahfud MD, Cawapres Prabowo Tinggal Tunggu Ketum PAN

Bahkan, ia pun diminta mengukur baju lantaran pihak istana akan membuatkan baju untuk dipakai saat deklarasi capres-cawapres.

Pada 9 Agustus 2018, Mahfud pun telah bersiap untuk diperintahkan menunggu di Restoran Tesate di seberang Plataran Resto, Menteng Jakarta Pusat.

Ia juga telah mempersiapkan diri mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana panjang hitam.

Namun kemeja yang kala itu ia kenakan adalah miliknya sendiri, bukan kemeja yang telah diukur sebelumnya.

Konon, kemeja yang sudah diukur tersebut masih tertinggal di istana.

Kemudian beberapa saat sebelum pengumuman cawapres, Mahfud MD mendadak dihubungi oleh Pratikno karena adanya perubahan.

Dan ternyata, Mahfud MD gagal diproyeksikan sebagai cawapres lantaran Jokowi bersama ketua umum dan sekjen PDIP menyepakati mengusung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.****