POJOKSATU.ID- Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam memprediksi besar kemungkinan bakal calon presiden, Prabowo Subianto mengandeng Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapresnya.

Khoirul melihat, Prabowo sedang menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judicial review (JR) batas usia cawapres.

Menurut dia, jika MK mengabulkan JR tersebut besar kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra itu menggandeng Gibran.

Baca Juga: Merinding ! Wanita Ini Kehilangan Janin Usai Antar Nenek Misterius ke Gang Buntu Saat Jelang Magrib

"Prabowo sendiri benar-benar masih menunggu keputusan MK terkait batasan umur cawapres 35 tahun," kata Khoirul kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).

Khoirul Umam memandang sisi positif dari pencawapresan Gibran. Hadirnya Wali Kota Solo itu memang dianggap bisa menjadi titik temu dari proses negosiasi yang alot di internal Koalisi Indonesia Maju.

Terlebih lagi, di tengah tarik ulur antara Golkar dengan PAN yang menginginkan Airlangga Hartarto atau Erick Thohir menjadi cawapres.

Baca Juga: Prediksi Skor Indonesia vs Brunei 12 Oktober, Minimal 5 Gol

Selain itu, lanjut Dosen Ilmu Politik dan Internasional Studies Universitas Paramadina itu, jika Gibran menjadi cawapres Prabowo besar kemungkinan juga akan menggerus suara PDIP.

Hal tersebut bakal berdampak secara signifikan kepada lumbung-lumbung suara capres yang diusung partai berlambang kepala moncong banteng itu yaitu Ganjar Pranowo.

"Pencawapresan Gibran juga bisa menjadi mesin politik untuk menggerus suara pendukung Ganjar Pranowo di basis-basis wilayah yang dikuasai PDIP," tutur Khoirul.

Prabowo yang diusung Golkar, Gerindra, PAN, PBB dan Gelora hingga kini belum menetapkan pasangan cawapres.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola 12 Oktober: Indonesia vs Brunei, Spanyol vs Skotlandia, Kolombia vs Uruguay

Para parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), sejatinya sudah merumuskan langkah-langkah strategis pemenangan.

Usulan Gibran menjadi cawapres juga datang dari internal Gerindra.

DPC Gerindra Kabupaten Cianjur melalui rapat pimpinan cabang (Rapimcab), pada Selasa (10/10/2023), juga mendeklarasikan Gibran sebagai cawapres untuk Prabowo.

Rekan koalisi Gerindra, PBB juga menyuarakan Gibran maju, kalau sang Ketum Yusril Ihza Mahendra tidak dilirik.

Prabowo tak menepis adanya peluang bakal berduet dengan Gibran yang usianya terpaut jauh.

Baca Juga: Gibran Dianggap Terlalu Muda untuk Jadi Cawapres Prabowo, Partai Golkar: Usia Tak Menjamin Kemampuan Memimpin

Prabowo mengatakan, semua kemungkinan bisa terjadi, sebelum dirinya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) sebagai pasangan capres-cawapres.

"Sampai saat terakhir daftar, semua kemungkinan bisa terjadi," kata Prabowo kepada wartawan di Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Sementara Ketum Golkar Airlangga Hartarto, secara terpisah, menyebutkan bahwa peluang Gibran tergantung dari putusan MK.

Begitu juga, Ketum PAN Zulkifli Hasan menilai Menteri BUMN Erick Thohir layak mendampingi Prabowo.

Keputusan cawapres yang bakal ditetapkan maju mendampingi Prabowo, secara normatif, harus melalui persetujuan para ketum koalisi.***