POJOKSATU.id, MAGELANG - Pada Sabtu, 7 Oktober 2023, puluhan aktivis dan tokoh masyarakat dari Borobudur berkumpul di kantor Kecamatan Borobudur atas undangan dari Kementerian Maritim dan Investasi terkait uji publik Raperpres tata kelola kawasan Borobudur.

Kehadiran mereka di sana adalah bagian dari respons aktif mereka terhadap undangan tersebut.

Dalam aksi yang penuh semangat, para tokoh dan aktivis tersebut memutuskan untuk berjalan kaki dari Balai Desa Borobudur melewati Jalan Syailendra Raya menuju kantor kecamatan Borobudur.

Baca Juga: Pengakuan Tetangga Waliyin di Magelang Pelaku Mutilasi Redho Tri Agustian, Orangnya Serba Misterius

Mereka membentangkan spanduk dengan berbagai tulisan yang mengekspresikan penolakan mereka terhadap Raperpres yang sedang diuji publik.

Aksi penolakan ini dipicu oleh keprihatinan mereka terhadap isi Raperpres yang dinilai cenderung arogan dan diduga mengandung unsur oligarki.

Para aktivis dan tokoh yang hadir merasa bahwa Raperpres ini terlalu berorientasi pada uang dan bisnis, sementara mengabaikan kepentingan sektor lain yang tak kalah pentingnya.

Baca Juga: Jaksa Ungkap Perselingkuhan Putri dan Brigdir Joshua di Magelang, Ini Fakta-faktanya

Mereka berpendapat bahwa pembangunan dan pengelolaan Borobudur harus memperhatikan dan menghormati sektor-sektor lain, termasuk kearifan lokal.

Wito Prasetyo, Ketua Umum Serikat Pekerja Pariwisata Borobudur, secara tegas menyatakan penolakan terhadap Raperpres tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya untuk kembali meninjau Raperpres dengan melibatkan berbagai pihak dan lembaga masyarakat.

Baca Juga: Investigasi ACW : Petani Tembakau Magelang Tak Pernah Terima Manfaat DBHCHT

"Senin kami meeting di Arthos, menindaklanjuti dan akan buat berita acara, dan kami konsisten menolak kalau substansi pasal dan ayat tidak ada perubahan dan tidak mengakomodir berbagai kepentingan para pihak," ujar Wito.

Aksi berani ini menjadi bagian dari upaya para aktivis dan tokoh masyarakat Borobudur dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat lokal dan menjaga Borobudur dari eksploitasi yang merugikan. ***