POJOKSATU.ID- Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra buka suara terkait partainya diisukan bakal mengisi posisi Menteri Pertanian (Mentan) menggantikan Syahrul Yasin Limpo.
Isu tersebut muncul usai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu di Istana Bogor dua hari lalu.
Terlebih lagi, saat ini Mentan Syahrul Yasin Limpo sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Prediksi Skor Liga Champions 5 Oktober Newcastle vs PSG, Porto vs Barcelona, Leipzig vs City
Herzaky tak mengamini isu tersebut. Dia mengatakan, bahwa pertemuan Jokowi-SBY hanya sebatas silaturahim.
"Terkait Menteri Pertanian, itu bukan ranah kita," kata Herzaky dikutip dari akun YouTube CNN Indonesia di Jakarta, Rabu (4/9/2023).
Herzaky mengatakan, partainya tidak akan ikut campur terkait proses hukum Mentan Syahrul Yasin Limpo yang saat ini ditangani oleh KPK.
Baca Juga: Soal Ucapan Yaqut Cholil Qoumas Singgung Pemimpin Bermulut Manis : Jangan Mau Diperalat untuk Urusan Politik
"Silahkan saja KPK, karena itu ranah KPK buka kita, tapi pertemuan SBY sebagai Presiden ke-6 RI dan Presiden Jokowi hanya membahas mengenai Pemilu 2024 bagaimana Pemilu ini berjalan dengan demokrasitis," tutur dia.
Terpisah, Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebutkan bahwa pertemuan SBY-Jokowi untuk membahas politik kebangsaan.
"Presiden ke-6 SBY dan Jokowi bertemu tentu membicarakan politik kebangsaan,'' kata Kamhar kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (4/10/2023).
Baca Juga: Kowarteg Ganjar Ringankan Beban Warga dengan Berbagi Ceria dan Salurkan Air Bersih Gratis
Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu berharap pertemuan Jokowi bersama SBY dapat menstabilkan tensi politik menjelang diselenggarakannya Pemilu 2024.
"Silaturahim ini kami yakin akan memberikan dampak positif dan membuat dinamika politik menjadi sejuk," tutur dia. ***
