POJOKSATU.id - Lepas dari berbagai pro kontra pendapat pengamat, Kaesang Pangarep secara tidak langsung menaikkan pamor Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani terang-terangan mengajak Ketum PSI Kaesang Pangarep gabung dalam koalisi usung Ganjar Pranowo sebagai capres.

Terbaru, giliran bacawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ajak Ketum PSI Kaesang Pangarep gabung dalam Koalisi Perubahan.

Baca Juga: Oknum Polisi Anggota Polsek Sukasari Bandung Minta Uang Korban Begal, Akhirnya Patsus dan Tragis

Cak Imin mengatakan, koalisinya membuka peluang untuk jika Kaesang membawa PSI mendukung dirinya bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

"Kita welcome semuanya, lah," kata Cak Imin kepada wartawan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2023).

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga mengajak Kaesang untuk membawa PSI untuk mendukung bakal calon presiden Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Bocah 11 Tahun di Bandung jadi Korban Sodomi 2 Pria, Kenalan dari Medsos, Profesinya Ojol

"Saya selalu mengatakan bahwa PDI Perjuangan selalu terbuka. Kami akan selalu bersilaturahmi, Jadi, kemudian, ayo Mas Kaesang ikut PDI Perjuangan aja yuk," tutur dia.

Begitu juga, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman berharap Kaesang Pangareb membawa PSI untuk melabuhkan dukungannya kepada Prabowo.

"Kami berharap dengan bergabungnya Mas Kaesang ke PSI siapa tau bisa membawa PSI secara konkrit dan secara resmi mendukung Prabowo," kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (26/9/2023).

Baca Juga: Siswi SDN 06 Pesanggrahan Lompat dari Lantai 4 Diduga Dibully, Penyidik Temukan Bukti Ini

Lebih lanjut, dia menepis anggapan bahwa dilantiknya Gibran merupakan bagian dari strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun politik dinasti.

Habiburokhman mengatakan, justru dilantiknya Gibran untuk memimpin PSI merupakan angin segar bagi anak milenial untuk terjun ke dunia politik.

"Misalnya Mba Puan anaknya Ibu Mega anda sebut dinasti bukan? Ya kan? Pak AHY anaknya Pak SBY politik dinasti bukan?"

Baca Juga: Beruntungnya si K Pelaku Perundungan di Cilacap, Padahal Warga Siap Hajar Sendiri Pelaku di Depan Rumahnya

"Ibu Mega anaknya Bung Karno politik dinasti bukan? Ya yang jelas ini bukan sesuatu hal yang sifatnya negatif. ini sangat positif sekali," jelas dia.***