POJOKSATU.id - Kaesang Pangarep gabung PSI (Partai Solidaritas Indonesia) jadi bukti bahwa hubungan Jokowi dan PDIP sedang tidak baik-baik saja.

Kaesang Pangarep gabung PSI dinilai banyak pihak merupakan hal yang cukup mengejutkan.

Pasalnya, Kaesang Pangarep selama ini identik dengan PDIP.

Baca Juga: Janji Penuhi Panggilan Pemeriksaan Film Asusila Hari Ini, Instagram Siskaeee Hilang Sebelumnya Singgung Haters

Itu lantaran ayahnya, Presiden Joko Widodo dan kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, tidak lain adalah kader PDIP.

Baik karir politik Jokowi maupun Gibran juga sama-sama 'dibesarkan' PDIP.

Karena itu, keputusan Kaesang gabung PSI bertolak belakang dengan 'tradisi' di keluarga orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Baca Juga: Sudah 2 Kali Mangkir, Siskaeee Janjinya Datang Hari Ini Diperiksa soal Film Asusila Produksi Kelas Bintang

Akan tetapi bagi pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, Kaesang gabung PSI itu memiliki arti besar.

Menurutnya, hal itu menggambarkan bahwa hubungan Jokowi dengan PDIP sedang tidak baik-baik saja.

Ujang Komaruddin menilai, saat ini Jokowi sedang tidak nyaman dengan PDIP.

Baca Juga: Kopdaranas PSI Hari Ini, Deklarasi Capres 2024 dan Kaesang Pangarep jadi Ketua Umum PSI?

Hal itu lantaran Jokowi seperti tak dianggap terkait pencapresan Ganjar Pranowo.

"Masuknya Kaesang ke PSI hubungan antiklimaks yang kelihatannya tidak baik tidak bagus antara Jokowi dengan PDIP," ujarnya, dilansir Pojoksatu.id dari RMOL, Senin 25 September 2023.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga melihat bahwa Jokowi sejatinya sudah sejak lama sedang tidak nyaman dengan PDIP.

"Kelihatannya Jokowi sedang tidak baik-baik saja hubungannya dengan PDIP. Sedang tidak nyaman," kata dia.

Baca Juga: Hapus Korlas, Ekskul di Sekolah Bogor Galau dan Ikut Terhenti, Perwali Jadi Jawaban

Ujang menyebut bahwa hubungan Jokowi dengan PDIP itu selalu diwarnai dengan dinamika.

"Dari dulu hubungannya naik turun, panas adem, kadang baik kadang tidak," tandasnya.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, membantah renggangnya hubungan Jokowi dengan PDIP.

Baca Juga: Mabes Polri tak Mau Kecolongan seperti Ferdy Sambo, Kasus Brigadir Setyo Herlambang Dikawal Ketat

"Itu framing orang untuk memecah belah Bu Mega dengan Pak Jokowi, serta relawan," katanya, Minggu 24 September 2023.

Dia juga memastikan tidak ada konflik antara Jokowi, Megawati dan Ganjar Pranowo.

"Buktinya Pak Jokowi datang dan shalat ied bareng Ganjar, dan sesudah itu berkali-kali juga hadir di acara partai," kata dia.

Baca Juga: Paten Pasila

Deddy juga memastikan, penentuan Ganjar Pranowo capres itu juga hasil kesepakatan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi.

"Nama Pak Ganjar disepakati Pak Jokowi dan Bu Mega. Tanggal deklarasi memang dirahasiakan hingga detik terakhir, agar tidak kehilangan element of surprises."

Baca Juga: Sering Ditemui Prabowo Mau Dijadikan Ketua Tim Pemenangan, Khofifah Ternyata Belum Beri Kepastian

"Pengurus DPP juga gak ada yang tau, kecuali Sekjen. Kita jaga dinamika internal dan eksternal, apalagi jelang Lebaran," tandasnya.

Untuk diketahui, Kaesang gabung PSI dan mendapat KTA dari Ketum PSI Giring Ganesha di kediamannya di Solo, pada 23 September 2023.

Kaesang juga mengaku sudah mendapat restu dari ayahnya, Joko Widodo.

"Ya, minta restu, pasti. Tapi kan namanya juga beliau itu kan sibuk banget, mentok-mentok dapat waktu 5 menit," kata Kaesang.

Baca Juga: Anies Baswedan Seolah Menyindir, Negara Tak Boleh Berhitung Untung Rugi dengan Rakyat

Sebelum gabung PSI, Kaesang juga mengaku sudah cukup lama berkomunikasi dengan kakaknya, Gibran Rakabuming Raka.

"Ya, karena sudah ada restu, bicara hanya seperlunya. Keduanya sibuk, apalagi Mas Gibran, di WA saja jarang dibales," ujar Kaesang.***