POJOKSATU.ID-Capres Anies Baswedan melururuskan tudingan pengkhiatan yang dialamatkan terhadap dirinya pasca Muhaiminn Iskandar dipilih jadi cawapresnya.
Mantan Guberbur DKI itu mengklarifikasi kronologis ditetapkannya Muhaimin Iskandar menjadi cawapres.
Awalnya, kata dia, Nasdem tidak menolak AHY menjadi cawapres, namun Nasdem meminta agar Partai Demokrat bersabar menunggu momen yang pas mendeklarasikan AHY menjadi cawapres.
Baca Juga: Kelas 9 SMP Bersiap Ujian, Pelajari 20 Soal Pilihan Ganda Bahasa Inggris, Ada Jawaban dan Pembahasan
"Nama itu (AHY) tidak ditolak tapi tidak dideklarasikan sekarang (nunggu waktu pas)," kata Aneis di acara Mata Najwa dikutip, Selasa, 5 September 2023.
Anies juga akui Nasdem sempat mengumpulkan perwakilan setiap partai koalisi, baik itu dari Nasdem, PKS, dan Demokrat pada Salasa lalu.
Dalam kesempatan itu, Nasdem ingin menjembatani bagaima koalisi tetap solid. Namun pada momen ini, kesepakatan sudah mulai tidak menemukan titik temu.
Baca Juga: Eks Kapolda Metro Jaya Dilantik Jadi Pejabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana Siap Lanjutkan Program Ganjar
"Dicoba dicari penjembatamya. Sampai akhirnya tidak ketemu. Dan puncaknya itu pada hari Selasa," ujarnya.
"Malamnya Selasa ada pertemuan yang mereka tidak tau perbedaan ini. Terjadilah perbedaan ini. Disitu ada tum 8," tegas Anies.
Menurut Anies, terjadinya perbedaan pandangan sengit dalam pertemuan kala malam Selasa itu.
Baca Juga: Aaliyah Massaid Dihujat sejak Dekat Thariq Halilintar, Angelina Sondakh Akui Putrinya Sosok yang Kuat
Bahkan, kata Anies, sangking panasnya situasi, sampai terjadi gebrak meja antara perwakilan setiap partai koalisi.
"Terjadi perbedaan pandangan yang sangat keras. Bahkan sampai gebrak meja di situ," tutur Anies.
Pada pertemuan itulah, Nasdem menyampaikan opsi-opsi lain kepada Demokrat perihal keputusan yang sudah diputuskan oleh pimpinan Partai Nasdem terkait nama cawapres mendampingi Anies.
Baca Juga: Mengenal Jane Priest Sang Model yang Berani Ciuman dengan Pangeran Charles, Ternyata Ini Alasannya
"Dan pertemuan berakhir dengan menyampaikan bahwa demokrat silahkan bila mau melakukan opsi-opsi lain. Sudah selesai, tidak ada kesepakan di sini," tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mendapatkan informasi bahwa Anies Rasyid Baswedan dan Partai Nasdem telah meneken kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadikan Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Anies.
Penekenan kerja sama dilakukan sepihak oleh Partai Nasdem. Bahkan partai berlambang bintang mercy itu juga dipaksa untuk menerima kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Moonfish: Rahasia Keindahan Ikan Bulan di Lautan yang Jarang Terekspos
Atas resminya dipilih pria yang akrab disapa Cak Imin menjadi cawapres. Partai Demokrat pun resmi keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan dan mencabut dukungan terhadap Anies Rasyid Baswedan.
"Demokrat tak lagi berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Dengan demikian, kami tidak lagi mendukung Anies sebagai bakal capres dan tidak terikat dengan piagam koalisi," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng di Bogor, Jumat, 1 September 2023 ***
