POJOKSATU.ID- Reza Indragiri turut mengomentari sikap Anies Baswedan yang memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya.

Keputusan sepihak Anies Baswedan dalam menentukan cawapresnya semakin membuktikan bahwa mantan Gubernur DKI itu hanya sebagai petugas partai.

"Ternyata ARB petugas partai juga," kata Reza kepada pojoksatu.id, Jumat, 1 September 2023.

Baca Juga: ARMY Paling Beruntung di Dunia, Diajak Makan, Semobil dan Foto Berdua Bareng V BTS

Menurut Reza, Muhaimin Iskandar itu merupakan orang-orang yang getol mendukung Jokowi.

Karena itu, ia mempertanyakan tagline Nasdem untuk mengusung perubahan. Sementara cawapresnya sudah bertentangan nawaitu Partai Koalisi lainnya.

"Bagaimana mungkin mengusung perubahan sebagai tagline-nya, sementara Muhaimin Iskandar dan PKB adalah sosok dan partai yang selama ini getol mendukung Jokowi," ujarnya.

Baca Juga: Sinopsis dan Jadwal Tayang: Kejutan Memukau di Jujutsu Kaisen S2E6 Misteri Terungkap dalam Insiden Shibuya

Reza juga menilai sosok Muhaimin Iskandar bukanlah politisi yang baik diteladani.

Mengingat pria yang akrab disapa Cak Imin itu tengah santer diduga terlibat dalam kasus Kardus Durian.

Kardus durian merupakan kasus suap pengucuran dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tahun 2011 silam.

Baca Juga: Ramai Ngeributin Cawapres, Ternyata Elektabilitas Anies Makin Anjlok, Hasil Survei Mengecewakan

"Tabiat politik seorang Muhaimin Iskandar bukan cerminan politisi yang layak diteladani. Tambahan lagi jika kasus kardus durian disertakan," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mendapatkan informasi bahwa Anies Rasyid Baswedan dan Partai Nasdem telah meneken kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Penekenan kerja sama yang dilakukan sepihak itu disebutnya dilakukan pada Rabu, 30 Agustus 2023.

Baca Juga: Tak Ada Impunitas, Panglima TNI Pastikan Hukum Tiga Anggotanya yang Terlibat di Kasus Penculikan Imam Masykur

Partai Demokrat sendiri sudah mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Anies dan dibenarkan oleh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Partai berlambang bintang mercy itu juga dipaksa untuk menerima kesepakatan tersebut.

"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," kata Teuku Riefky. ***