POJOKSATU.ID- PDI-Perjuangan bakal melayangkan surat ke kadernya Budiman Sudjatmiko terkait dukungannya kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto.
Namun, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto enggan untuk membeberkan isi surat yang bakal dilayangkan tersebut.
Apakah surat tersebut terkait pemecatanya atau surat peringatan lantaran mendukung Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tujuh Korban Lawan Arah di Lenteng Agung Sebabkan Kecelakaan dengan Truk Hebel Bakal Ditilang Polisi
"Nanti akan ada surat yang kita kirim oleh Kepala Kesekretariat. Jadi nanti Kepala Kesekretariat tanya saja, surat yang mau dikirim apa isinya. Dan suratnya tertutup," kata Hasto kepada wartawan, Senin (22/8/2023).
Anak buah Megawati Soekarnoputri itu tak mempermasalahkan dukungan Budiman Sudjatmiko kepada Prabowo Subianto.
Menurut Hasto, hal tersebut merupakan pilihan mantan aktivis reformasi itu untuk menentukan sikap politiknya.
Baca Juga: Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U23 2023, Terima Kasih Vietnam dan Malaysia!
"Bahkan, kemarin kami adakan pelatihan buat anak milenial. Saya bertanya, menurut kalian gimana Pak Budiman Sudjatmiko? 'Sudah Pak Sekjen, sudah Pak Budiman ini kan seperti punya pacar baru, jadi biar asik dengan pacarnya," ujarnya.
"Toh tiga bulan nanti akan ketahuan bagaimana pacar barunya ini.' Itu dari generasi milenial ketika saya bertanya tentang Pak Budiman Sudjatmiko," tuturnya.
Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Bacakan Pledoi Usai Dituntut 6 Bulan, Pungky Marsyaviani Sabieq : Saya Korban Getah Penipuan Si Kembar
Budiman sendiri hingga saat ini merupakan politisi atau kader aktif PDI-Perjuangan. Mantan aktivis reformasi itu mengungkap, dukungan tersebut salah satunya dilandasi oleh semangat Prabowo.
"Memiliki semangat yang sama, Pak Prabowo memiliki niat yang tulus ingin mengapdi kepada rakyat," kata Budiman Budiman saat berbicara pada acara Deklarasi Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Marnia Convention Center, Semarang, Jumat (18/8/2023).
Lebih lanjut, Budiman bahkan mengaku terinspirasi dengan pikiran-pikiran Prabowo yang ditulis dalam bukunya bertajuk ‘Paradoks Indonesia’.
Baca Juga: Pemalak Warung Kelontong Diburu, Kapolrestabes Bandung : Sebaiknya Menyerahkan Diri, Atau Kami Kirim Tim
"Saya terinspirasi setelah membaca buku ‘Paradoks Indonesia’ yang diberikan oleh Pak Prabowo, ditulis oleh Pak Prabowo," ujarnya.
Meski demikian, mantan anggota DPR RI itu mengakui sempat bersebrangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu lantaran berbeda pandangan politik.
“25 tahun yang lalu, Pak Prabowo menjalankan tugas negara, saya dan temen-teman menjalankan tugas sejarah. Dulu, terpaksa kita ada di kubu yang berbeda," ujarnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kedai Mie Balap Terenak di Kota Medan, Menyuguhkan Sarapan Pagi yang Nikmat
Dengan kesamaan semangat tersebut, tambah Budiman, kini sudah waktunya bersatu dan mewujudkan masa depan bersama dengan rakyat Indonesia.
“Jadi, sudah saatnya tugas sejarah harus menyatu dengan tugas negara. Dan karena itu pula, saya memahami isi pikiran Pak Prabowo Subianto," ucapnya.
"Kalau saya tidak mencintai isi pikiran itu, berarti saya mengkhianati diri saya sendiri, mengkhianati cita-cita saya sendiri dulu waktu berjuang,” sambungnya.
Baca Juga: Klasemen Akhir Piala AFF U23 2023, Timnas Indonesia U23 Runner up Terbaik
Dia mengungkapkan alasannya mendukung Prabowo lantaran memiliki pandangan politik yang sama terkait membangun bangsa Indonesia.
“Saya, Budiman Sudjatmiko, dengan masa lalu saya. Pak Prabowo dengan masa lalu Pak Prabowo, kita ingin sama-sama rebut masa depan bersama rakyat Indonesia,” tuturnya.
Penegasan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bagi negeri ini turut disuarakan oleh Prabowo pada kesempatan yang sama.
Baca Juga: Hasil Timor Leste vs Malaysia dan Vietnam vs Filipina di Piala AFF U23: Alhamdulillah, Indonesia Lolos
Budiman menyebut, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi salah satu kunci untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
“Kita harus bersatu. Kita harus rukun, _insyaAllah dengan persatuan, dengan kerukunan kita bisa mengambil putra putri terbaik dari semua elemen Parpol, organisasi, suku, agama, ras. Kita ambil yang terbaik untuk bangsa Indonesia, untuk rakyat Indonesia,” pungkasnya.***
