POJOKSATU.id — Jakarta Pertamina Enduro memastikan diri sebagai ratu voli putri Indonesia musim ini usai menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan dalam laga pamungkas Grand Final Proliga 2025.
Bermain di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025), Pertamina tampil solid dan menang telak 3-0 (26-24, 25-22, 25-16).
Gelar ini sekaligus menjadi trofi ketiga dalam sejarah keikutsertaan Pertamina di ajang Proliga setelah sebelumnya berjaya pada musim 2014 dan 2018.
Usai tujuh tahun menanti, tim besutan pelatih Bulent Karslioglu akhirnya kembali merayakan kejayaan, sekaligus menebus kegagalan pada Proliga 2020 yang dihentikan karena pandemi saat mereka memuncaki klasemen sementara.
Ketat di Awal, Dominasi di Akhir
Pertandingan berlangsung menegangkan sejak awal.
Popsivo Polwan sempat memberi tekanan lewat spike keras Arsela Nuari yang gagal dibendung dan sempat memimpin 3-1.
Namun Pertamina cepat bangkit dan mampu berbalik unggul 8-7 di technical time out pertama lewat touch out hasil serangan Junaida Santi.
Permainan berlangsung ketat dengan kejar-kejaran angka. Popsivo bahkan sempat menyamakan kedudukan 24-24 lewat block cantik dari Chelsa Berliana.
Tapi Pertamina membalas lewat serangan bola cepat Asih Titi Pangestuti dan monster block Jordan Thompson untuk mengunci set pertama 26-24.
Memasuki set kedua, pertarungan masih berlangsung seimbang. Popsivo sempat unggul 16-15, tapi kesalahan demi kesalahan, terutama dari servis, menjadi titik balik yang dimanfaatkan dengan baik oleh Pertamina.
Tim ibu kota itu mencetak lima poin beruntun hingga unggul 20-17 dan akhirnya menutup set dengan skor 25-22.
Runtuhnya Popsivo di Set Ketiga
Set ketiga menjadi mimpi buruk bagi Popsivo. Setelah tertinggal 4-8 di awal, sempat mengejar hingga 14-12, mereka justru terpaku saat Pertamina mencetak enam poin berturut-turut.
Gagalnya serangan Shella Bernadetha dan spike melebar dari Amalia Fajrina membuat laga berakhir antiklimaks bagi Popsivo.
Pertamina menang 25-16 dan menuntaskan pertandingan dengan kemenangan telak 3-0.
Pemain Kunci dan Statistik Unggul
Kunci sukses Pertamina ada pada permainan kolektif dan strategi yang solid.
Jordan Thompson tampil sebagai bintang dengan menyabet predikat top skor setelah mencetak 19 poin (15 serangan, 3 blok, 1 ace).
Junaida Santi dan Yana Shcherban juga tampil konsisten di sektor outside hitter.
Di sisi lawan, Jessica Mruzik tampil paling produktif dengan 15 poin, namun gagal membawa Popsivo keluar dari tekanan.
Popsivo sejatinya unggul dari jumlah serangan sukses dengan total 42 poin, unggul tipis dari Pertamina yang mencetak 39 poin.
Namun statistik menunjukkan perbedaan mencolok dari sisi kesalahan.
Popsivo melakukan banyak error sepanjang laga—total 26 poin diraih Pertamina dari kesalahan lawan, sementara hanya 15 poin yang diberikan Pertamina dari error sendiri.
Akhiri Penantian, Pupus Harapan Popsivo
Kemenangan ini menandai akhir penantian panjang Pertamina Enduro untuk kembali meraih mahkota juara Proliga.
Ini menjadi momen emosional bagi para pemain dan ofisial yang telah menanti sejak 2018.
Sebaliknya, bagi Popsivo Polwan, kegagalan ini menjadi antiklimak.
Setelah tampil luar biasa di fase reguler dan final four, mereka justru tampil tanpa gairah di partai puncak.
Kekalahan ini juga menambah daftar runner-up mereka menjadi tiga kali, setelah tahun 2011 dan 2015.
Popsivo pun gagal mengulang kesuksesan final Proliga 2019 saat mereka mengalahkan Pertamina.
Musim 2025 berakhir dengan catatan ironis: hanya tiga kali kalah, dan dua di antaranya datang dari Pertamina, termasuk di laga grand final ini. ***

