POJOKSATU.id — Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, mendapatkan hasil manis pada perempat final All England Open 2025.
Pertandingan delapan besar All England Open 2025 hari ini, Jumat (14/3/2025) dijalani Sabar/Reza dengan bersua wakil Taiwan Liu Kang Heng/Yang Po-Hsuan.
Dengan ketenangan yang dimiliki, Sabar/Reza kembali melejit dengan raihan lima poin beruntun untuk merebut interval pertama 11-6.
Selepas jeda, perlawanan Liu/Yang semakin intens dalam membongkar pertahanan dari ganda putra peringkat kedelapan dunia tersebut.
Tampil di lapangan Minoru Yoneyama, Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Sabar/Reza menang dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-17.
Kemenangan dalam laga bertempo 34 menit ini mengantarkan Sabar/Reza memijak babak semifinal turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Gim pertama dimulai, Sabar/Reza dan Liu/Yang langsung menunjukkan persaingan yang sengit dengan berbagi angka satu kali.
Anomali Pemain Unggulan
Sementara itu, di sektor tunggal putra, kejutan besar terus terjadi. Anders Antonsen, unggulan ketiga asal Denmark, harus tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari wakil Taiwan, Wang Tzu Wei.
Dalam pertandingan di Utilita Arena Birmingham, Antonsen tampil di bawah performa terbaiknya dan kalah dengan skor telak 10-21, 13-21.
Antonsen tampak kesulitan sejak awal laga. Ia tertinggal 0-4 dalam gim pertama dan tak mampu mengimbangi permainan agresif Wang.
Di gim kedua, situasi semakin buruk ketika ia tertinggal 2-8 dan akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya.
Kekalahan ini menjadi yang paling telak bagi Antonsen dari Wang selama delapan kali pertemuan mereka.
Pemain Unggulan Rontok
Kekalahan Antonsen menambah daftar unggulan yang rontok di sektor tunggal putra. Selain Antonsen, ada Jonatan Christie dan Kunlavut Vitidsarn yang juga harus angkat koper lebih awal.
Vitidsarn secara mengejutkan dikalahkan pemain muda Prancis, Alex Lanier, yang merupakan rival seangkatan Alwi Farhan.
Tiga unggulan lainnya sudah lebih dulu gugur sejak babak 32 besar, termasuk Viktor Axelsen yang terhenti di tangan Lin Chun-Yi.
Sementara itu, Lee Zii Jia harus takluk di hadapan Ng Ka Long Angus yang ironisnya dilatih oleh pelatih asal Malaysia, Wong Choong Hann.
Kini, harapan unggulan di sektor tunggal putra hanya tersisa pada dua pemain China, Shi Yu Qi (unggulan 1) dan Li Shi Feng (unggulan 6).
Beberapa pemain lain yang berpotensi mengganggu langkah Shi dan Li di antaranya adalah Alex Lanier, Lakshya Sen (India), dan Lin Chun-Yi. ***

