POJOKSATU.id — Jakarta LavAni Livin Transmedia sukses mengukuhkan dominasinya di ajang Proliga 2025 dengan meraih gelar juara putaran kedua.

Dalam pertandingan sengit, LavAni berhasil menumbangkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (20-25, 25-24, 25-17, 25-13).

Atas pencapaian tersebut, tim ini berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp 30 juta.

Keberhasilan ini semakin mempertegas performa impresif LavAni yang tak terkalahkan sepanjang delapan laga di babak reguler, baik pada putaran pertama maupun putaran kedua.

Klub yang dimiliki oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, sebelumnya juga telah mengamankan gelar juara di putaran pertama.

Baca Juga: Hasil Proliga 2025 Palembang HARI INI, Pertamina Enduro Tahan Arus Elektrik PLN, SATU TIKET LAGI Babak Final Four, Petrokimia Gresik Masih BERDEBAR

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan timnya.

"Kami juga bersyukur menjadi juara putaran kedua," ujarnya kepada awak media dalam konferensi pers seusai laga.

Meskipun berhasil meraih kemenangan, Erwin menekankan bahwa masih terdapat aspek permainan yang perlu diperbaiki menjelang babak final four.

Ia menyoroti beberapa kekurangan yang terjadi di set pertama saat menghadapi Bhayangkara Presisi.

Baca Juga: DUEL KRUSIAL Putaran Terakhir Proliga 2025 Seri Palembang SEGERA DIMULAI, Siapa Lolos ke BABAK FINAL FOUR, Cek JADWAL LENGKAP di Sini!

"Banyak kesalahan sendiri di set pertama. Dari servis, receive, dan blok. Untung di set kedua bisa diperbaiki," jelasnya.

Kapten tim LavAni, Dio Zulfikri, turut mengakui bahwa timnya kurang maksimal di awal pertandingan.

"Set pertama servis tidak menekan, sehingga lawan dengan mudah mengambil titik terlemah kita. Tapi set kedua kita menekan dengan servis, sehingga kita bisa menang di set kedua hingga seterusnya," katanya.

Baca Juga: PESONA di Proliga 2025, Calista Maya Pemain Termuda Penuh Harapan, Layak Best Spike PLN Mobile Proliga 2025, Spike Indah Menusuk ke Hati

Di sisi lain, pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengungkapkan bahwa kondisi fisik pemainnya menjadi salah satu faktor kekalahan tim.

Menurutnya, beberapa pemain dalam kondisi kurang sehat setelah kembali dari pertandingan di Pontianak.

"Set pertama, anak-anak masih bisa tampil baik, tapi set kedua menurun karena kondisi mereka," ujar Toiran, pelatih asal Kuba tersebut. ***