POJOKSATU.ID - Pada ajang Olimpiade 2024, Indonesia mendapatkan medali emas dari cabang olahraga (Cabor) panjat tebing.

Veddriq Leonardo tampil di nomor speed putra berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia, usai mengalahkan Wu Peng di babak final.

Selain cabor panjat tebing, panahan, badminton, dan angkat besi juga mempersembahkan medali untuk Indonesia.

Baca Juga: Anies Baswedan Payah Cari Koalisi, Tenggat Waktu 4 Agustus Lewat, PKS akan Umumkan Calon Gubernur Lagi

Sejarah Indonesia Ikut Olimpiade
Ini bukanlah kali pertama Indonesia mengikuti Olimpiade. Pada tahun 1956 Indonesia pertama kali ikut dalam ajang Olimpiade yang diadakan di Melbourne, 29 November 1956.

Saat itu, hanya ada 11 orang yang tergabung dalam tim sepak bola ikut di Olimpiade 1956.

Selain Indonesia, ada 10 tim sepak bola lainnya yang ikut berpartisipasi di Olimpiade 1956 yaitu, Yugoslavia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan India.

Baca Juga: Mulai 26 September Terbang ke Singapura Bisa dari BIJB Kertajati

Adapula Uni Soviet, Uniterd Team of Germany (saat itu Jerman Barat dan Timur masih bergabung), Britania Raya dan Thailand.

Olimpiade Melbourne 1956 menjadi sejarah penting bagi Timnas Indonesia. Saat itu di bawah asuhan pelatih Kroasia, Toni Pogacnik, Indonesia los keperempat final usai menang WO atas Vietnam yang mengundurkan diri.

Saat itu, Uni Soviet diprediksi akan menang mudah atas Indonesia. Namun, Indonesia justru mampu menahan imbang 0-0 atas Uni Soviet.

Baca Juga: Sempatkan Bicara Hati ke Hati dengan Ketiga Buah Hatinya sebelum Gugat Cerai Sang Istri, Andre Taulany : InsyaAllah Anak-anak saya Kuat

Tahun 1956 belum ada aturan perpanjangan waktu atau adu pinalti sebagai cara menentukan pemenang. Sehingga pertandingan diulangi kembali beberapa hari kemudian.

Saat itu, Indonesia harus tumbang pada laga kedua dengan skor 0-4. Kekalahan itu menghentikan laju Indonesia.

Klasmen perolehan medali Olimpiade 2024
Indonesia naik ke peringkat 28 dalam klasmen perolehan medali Olimpiade 2024. Hal ini didukung atas keberhasilan Rizki Juniansyah menyumbang medali emas di cabang angkat besi.

Baca Juga: Ngopi Bareng Bu Nunuk, Peserta Piloting Dijadwalkan UKPPG Mulai 26 Agustus, Jumlah Peserta Tahap 2 PPG Guru Tertentu Akan Dipanggil DUA KALI LIPAT

Indonesia pertama kali mendapatkan medali lewat Gregoria Mariska Tunjung. Pemain bulutangkis putri dalam kategori tunggal ini menyabet medali perunggu.

Indonesia mendapatkan 1 medali emas melalui cabor panjat tebing nomor speed, oleh Veddriq Leonardo, pada Kamis (8/9/2024).

Hingga akhirnya, Rizki menambah perolehan medali emas untuk Indonesia dari cabor angkat besi. Pria 21 tahun itu berhasil angkat beban 354 kg, dengan rincian 155 kg dari snatch dan 199 kg dari clean & jerk.

Saat ini, peringkat Indonesia di klasmen perolehan medali berada di posisi 28, dengan perolehan medali 2 emas, 1 perunggu.

Baca Juga: Ridwan Kamil ‘Malu’ Lawan Kotak Kosong di Pilkada Jakarta, Nanti Debatnya Sama Siapa, Saya Nggak Suka

Selanjutnya ada Filipina di posisi ke 25 yang juga berasal dari Asia Tenggara, memperoleh 2 emas, 2 perunggu.

Sementara Thailand, berada di bawah Indonesia yaitu pada posisi ke 32, dengan catatan satu emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Amerika Serikat masih berada di puncak klasmen dengan memperoleh 30 emas, 38 perak, dan 35 perunggu.

Disusul China dengan perolehan 28 emas, 25 perak, dan 19 perunggu. Kemudian Australia memperoleh 18 emas, 14 perak dan 13 perunggu. ***