POJOKSATU.ID - Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung atau Jorji mengungkapkan penyebab dirinya kalah dari Akane Yamaguchi pada semifinal Hongkong Open 2023.
Seperti diketahui, Jorji takluk dari unggulan pertama asal Jepang itu pada semifinal turnamen BWF Super 500, Sabtu 16 September 2023 pagi WIB.
Pada laga di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Jorji menyerah rubber game 17-21, 25-23, dan 18-21 dalam waktu 70 menit.
Baca Juga: Hasil Semifinal Hongkong Open 2023: Leo/Daniel Tunggu The Daddies di Final
Jorji pun gagal menembus final turnamen berhadiah total USD 420 ribu (Rp6,4 miliar) ini.
Seusai pertandingan, Jorji mengungkapkan sejumlah poin yang jadi penyebab dirinya kalah dari Yamaguchi.
Pertama, ia tidak menemukan kontra strategi ketika pemain ranking dua dunia itu bisa mengejar perolehan poin Jorji.
"Saat saya sudah unggul di game pertama dan lawan dengan cepat mengubah pola lalu membuat saya balik tertekan, saya tidak bisa keluar dari situasi itu," kata pemain kelahiran Wonogiri 11 Agustus 1999 itu.
Jorji juga menyebut dirinya terlalu lama salah fokus (salfok) dalam pertandingan. Ia terlalu memikirkan bagaimana Yamaguchi mengerjar perolehan poinnya.
Padahal, seharusnya pemain ranking 8 dunia ini lebih fokus pada bagaimana menambah poin.
Baca Juga: Jadwal Semifinal Hongkong Open 2023: Indonesia 6 Wakil, Jorji Main Pertama
"Saya sudah unggul empat poin tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan baik."
"Ditambah saya terlalu lama fokus memikirkan lawan sedang mengejar padahal harusnya fokus saya adalah bagaimana untuk dapat poin lagi ketika lawan juga dapat poin," ujarnya.
"Di game ketiga juga sama, saya hilang poin dengan sangat cepat di kedudukann 14-14 langsung 14-18. Itu menjadi kesalahan terbesar saya di pertandingan kali ini," kata juara Spain Masters 2023 itu.
Bagi Jorji, kekalahan di semifinal Hongkong Open 2023 ini akan jadi pelajaran bagi dirinya untuk tampil lebih baik ke depan.
Baca Juga: Rincian Hadiah Hong Kong Open 2023, Pemain Luar Dipotong Pajak 16,5 Persen
"Pelajaran buat saya untuk tidak mudah blank karena ketika melawan pemain-pemain level atas seperti Akane ini, saya tidak boleh hanya memikirkan bagaimana bisa mendapat poin. Tapi juga bagaimana bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan sendiri," pungkasnya.***

