POJOKSATU.id — Insiden tragis di Jakarta, Kamis (28/8/2025), mengundang perhatian luas setelah seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis milik Brimob.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan rantis itu melaju di tengah kerumunan massa sebelum akhirnya menabrak dan melindas korban.
Dari tampilan fisik yang terlihat, kendaraan yang terlibat dalam insiden itu diduga kuat merupakan Rantis Rimueng, salah satu armada taktis terbaru yang dimiliki oleh Korps Brimob Polri.
Apa sebenarnya fungsi kendaraan ini, seperti apa spesifikasinya? siapa produsennya, dan sejak kapan digunakan oleh Polri?
Produsen dan Sejarah Penggunaan
Rantis Rimueng merupakan hasil rancangan perusahaan pertahanan Daeji P&I Co. Ltd. (DPIC) asal Korea Selatan.
Kendaraan ini dikembangkan dari basis Toyota Land Cruiser 4×4 namun mengalami modifikasi besar-besaran sehingga bobotnya meningkat signifikan dan tampil sebagai kendaraan militer murni.
Polri mulai menggunakan kendaraan ini sejak 2013, dikenal juga dengan nama DAPC-1 Wolf 4×4.
Kendaraan ini lalu diberi nama Rimueng.
Nama “Rimueng” diambil dari bahasa Aceh yang berarti Harimau.
Penamaan ini melambangkan kegarangan, kekuatan, serta ketangkasan kendaraan taktis tersebut di lapangan.
Harimau bagi masyarakat Aceh juga dianggap simbol keberanian dan penjaga wilayah, sehingga nama itu sekaligus mencerminkan karakter Brimob sebagai pasukan elite Polri yang bertugas menjaga keamanan.
Sejak saat itu, Rimueng ditempatkan sebagai salah satu armada penting Brimob untuk menghadapi operasi taktis berisiko tinggi, baik di wilayah perkotaan maupun di medan ekstrem.
Apa Itu Rantis Brimob?
Rantis sendiri merupakan singkatan dari Kendaraan Taktis.
Kendaraan ini dirancang khusus untuk mendukung operasi keamanan, pengendalian massa, hingga penyelamatan dalam situasi darurat.
Tidak hanya berupa mobil, rantis juga mencakup kendaraan roda dua berupa motor trail taktis yang ditempatkan di berbagai Polda di seluruh Indonesia.
Fungsinya berbeda jauh dari kendaraan sipil biasa.
Jika mobil pada umumnya hanya didesain untuk transportasi, rantis dibuat dengan standar militer, berlapis baja, dilengkapi persenjataan, dan mampu bergerak di medan yang sulit.
Brimob memanfaatkannya dalam operasi-operasi yang menuntut ketahanan, mobilitas, sekaligus daya tempur.
Spesifikasi Teknis Rantis Rimueng
Rantis Rimueng memiliki ukuran yang masif dengan panjang mencapai 5,33 meter dan bobot sekitar 14 ton.
Dengan berat sebesar itu, kendaraan ini mampu memberikan perlindungan maksimal bagi personel yang berada di dalamnya.
Dari sisi perlindungan, Rimueng menggunakan teknologi full body armor plate, yakni lapisan baja yang dirancang tahan tembakan senjata ringan serta benturan keras.
Kaca jendelanya pun bukan sembarangan, melainkan kaca anti peluru dengan ketebalan standar NIJ level 3, yang mampu menahan peluru dari berbagai jenis senjata api jarak menengah.
Baca Juga: Toyota Vios Hybrid Resmi Meluncur, Intip Bedanya dengan Varian Bensin!
Mesinnya menggunakan diesel berkapasitas 3.200 cc. Mesin besar ini memungkinkan Rimueng melaju hingga 100 km/jam di jalanan perkotaan.
Tidak hanya itu, kendaraan ini juga dirancang agar bisa bergerak di medan ekstrem dengan kemampuan menaklukkan tanjakan hingga 60 derajat.
Suspensinya yang kokoh dan ban khusus run flat tire membuatnya tetap bisa berjalan meski ban rusak karena tembakan atau ranjau.
Dari sisi kapasitas, Rimueng mampu membawa hingga 14 personel lengkap dengan perlengkapan tempur.
Baca Juga: Polytron Fox-R, Motor Listrik Terlaris di Indonesia, Desain Modern, Jarak Tempuh Panjang, Cek Harga
Empat orang dapat duduk di kabin bagian dalam, sementara delapan lainnya bisa berdiri di footstep yang terdapat di sisi kanan dan kiri bagian luar kendaraan.
Untuk urusan persenjataan, Rimueng dipersenjatai mounting gun yang dapat dipasangi senapan serbu.
Selain itu, terdapat pula dua unit pelontar gas air mata kaliber 38 mm.
Masing-masing pelontar mampu memuat 15 peluru gas air mata yang bisa ditembakkan secara otomatis sekaligus atau manual dengan sistem sekali tembak lima peluru.
Pada versi yang lebih lengkap, Rimueng dilengkapi enam lubang tembak, dudukan senjata di atap, pelontar granat asap, serta tangga taktis lipat yang digunakan untuk mendukung operasi lapangan.
Tabel Spesifikasi Rantis Rimueng Brimob
| Kategori | Spesifikasi |
|---|---|
| Produsen | Daeji P&I Co. Ltd. (DPIC), Korea Selatan |
| Basis Desain | Toyota Land Cruiser 4×4 (modifikasi penuh) |
| Penggunaan oleh Polri | Sejak tahun 2013, dikenal sebagai DAPC-1 Wolf 4×4 |
| Bobot | ± 14 ton |
| Panjang | 5,33 meter |
| Mesin | Diesel 3.200 cc |
| Kecepatan Maksimal | 100 km/jam di jalan perkotaan |
| Kemampuan Medan | Tanjakan ekstrem hingga 60 derajat |
| Ban | Run Flat Tire (tetap berjalan meski rusak) |
| Pelindung | Full body armor plate (lapis baja), kaca anti peluru NIJ Level 3 |
| Kapasitas Angkut | 14 personel (4 di dalam kabin, 8 di footstep luar) |
| Persenjataan | - Mounting gun untuk senapan serbu - 2 pelontar gas air mata kaliber 38 mm (15 peluru per unit, otomatis/manual) |
| Fitur Tambahan | Enam lubang tembak, dudukan senjata di atap, pelontar granat asap, tangga taktis lipat |
Fungsi Strategis Rantis Brimob
Mengacu pada Buku Orientasi Kendaraan Taktis dan Mengemudi yang diterbitkan Lemdiklat Polri pada tahun 2019, Rantis memiliki peran yang sangat vital dalam berbagai operasi Brimob.
Baca Juga: Honda NWT150 Resmi Meluncur, Skutik Rasa Vario Campur PCX dengan Fitur Radar Canggih
Fungsi pertama adalah pengendalian massa.
Rantis dilengkapi dengan fitur pembubaran massa, termasuk pelontar gas air mata dan beberapa di antaranya juga memiliki water cannon.
Fungsi kedua adalah pengawalan VVIP, di mana kendaraan ini mampu memberikan perlindungan maksimal kepada pejabat negara maupun tokoh penting.
Fungsi ketiga adalah penanggulangan terorisme.
Dalam skenario operasi pengejaran atau penyerbuan, rantis digunakan untuk mengangkut pasukan sekaligus memberikan perlindungan dari serangan lawan.
Fungsi keempat adalah SAR dan evakuasi, karena kendaraan ini sanggup menembus area bencana atau wilayah dengan akses sulit untuk menyelamatkan korban.
Selain itu, fungsi penting lainnya adalah patroli keamanan di daerah rawan konflik.
Dengan kekuatan mesin dan perlindungan maksimal, Rimueng sangat efektif digunakan di daerah perbatasan maupun kawasan rawan teror.
Anggaran dan Harga Rantis
Harga kendaraan taktis sangat bervariasi tergantung spesifikasi.
Untuk gambaran, Rantis Maung Pindad versi sipil yang jauh lebih kecil dan ringan dijual sekitar Rp600 juta per unit.
Maka, versi militer seperti Rimueng yang jauh lebih berat, berlapis baja, dan dipersenjatai lengkap tentu memiliki harga yang mencapai miliaran rupiah per unit.
Data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mencatat bahwa pada tahun anggaran 2024 terdapat tender "Pengadaan Rantis Penghalau Massa" dengan nilai pagu sekitar Rp199,7 miliar untuk beberapa unit kendaraan.
Sementara khusus untuk Polda Metro Jaya, pagu yang tercatat dalam tender "Pengadaan Rantis dan Ran Ops Brimob Polde Metro Jaya APBN T.A. 2024" mencapai Rp29,23 miliar.
Angka ini sejalan dengan estimasi harga internasional untuk kendaraan sejenis di negara lain.
Dengan bobot 14 ton, perlindungan penuh, persenjataan lengkap, serta kemampuan mobilitas ekstrem, Rimueng memang sangat tangguh di lapangan.
Namun, peristiwa tragis yang terjadi di Jakarta menunjukkan bahwa kehadirannya juga harus dibarengi dengan prosedur pengendalian yang ketat agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar



