POJOKSATU.id - Musim hujan datang, dan seperti biasa, genangan air mulai jadi pemandangan umum di banyak ruas jalan.

Di beberapa titik, jalan raya berubah jadi kolam dadakan yang bikin was-was para pengemudi, khususnya pemilik mobil.

Pertanyaannya, seberapa dalam air yang masih aman buat dilewatin?

Banyak orang nekat menerjang banjir hanya karena mesinnya belum kerendam. Padahal, risiko tetap ada walaupun air “cuma” setinggi lutut.

Patokan yang sering dipakai adalah batas setengah ban.

Tapi ini pun masih tergantung dari jenis mobil dan kondisi air, kalau ada arus deras atau air menyembur ke mesin, lebih baik urungkan niat.

Satu hal yang perlu kamu waspadai adalah risiko water hammer, kondisi saat air masuk ke ruang bakar melalui saluran udara.

Akibatnya? Mesin bisa mati total dan kerusakan bisa sangat mahal.

Setiap mobil punya “batas toleransi” berbeda tergantung dari tinggi ground clearance alias jarak bodi ke tanah. Ini dia gambaran sederhananya:

• LCGC (Low Cost Green Car) kayak Toyota Agya atau Daihatsu Ayla punya ground clearance sekitar 160–180 mm.

Batas amannya sekitar 30 cm. Kalau air udah nyentuh pintu? Jangan sok jago, mending putar balik.

• MPV seperti Toyota Innova atau Mitsubishi Xpander, dengan ground clearance 200–230 mm, bisa lewat genangan setinggi 40 cm.

Tapi kalau ada gelombang dari kendaraan lain, tetap harus hati-hati.

• SUV semacam Fortuner punya ground clearance lebih tinggi, bisa di atas 220 mm.

Banjir setinggi 50 cm mungkin masih bisa ditaklukkan, tapi ingat, arus deras tetap jadi musuh besar.

Banyak orang fokus ke tinggi air, padahal arus air juga krusial. Air setinggi 30 cm tapi punya arus deras bisa seret mobil kecil kayak mainan.

Kalau lihat air berbuih atau mengalir kencang, mending tahan diri.

Nggak ada yang lebih menyebalkan dari mobil mogok karena nekat nerobos banjir. Selain waktu dan tenaga, kamu juga harus siap keluar biaya servis yang bisa tembus jutaan.

Jadi, saat hujan deras dan jalanan tergenang, jangan cuma mikir “mobil gue tinggi kok,” tapi pikir juga: “Worth it nggak risikonya?”

Lebih baik muter sedikit atau nunggu surut, daripada mobil ngadat di tengah jalan. Apalagi kalau kejadian pas Senin pagi, jadi double stress!

Ingat, yang keren itu bukan yang berani nerobos, tapi yang pintar ambil keputusan.