POJOKSATU.id - Isu kontroversial seputar uji keselamatan Daihatsu dan Toyota telah memberikan tekanan signifikan pada nilai saham PT Astra International Tbk (ASII) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/12/2023).

Sebaliknya, pesaing utama ASII, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), mengalami lonjakan tak terduga, mencapai batas auto reject atas (ARA).

Sementara saham ASII terkikis 1,3% menjadi Rp 5.550, saham IMAS berhasil melonjak 24,69% dan ditutup di level Rp 1.515.

Peristiwa ini juga berdampak positif pada saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), yang mengalami peningkatan sebesar 25% menjadi Rp 330.

Baca Juga: Wuling Mengklaim Pemesanan Mobil Listrik BinguoEV Telah Capai 1.000 Unit

Kenaikan harga saham IMAS ini sejalan dengan berita penghentian pengiriman mobil Daihatsu di Jepang sebagai akibat dari skandal uji keselamatan.

Perusahaan ini, yang merupakan distributor mobil merek Nissan, Suzuki, Kia, Audi, dan Mercedes-Benz, secara tiba-tiba mendapat dorongan signifikan dalam nilai sahamnya.

Menurut analis investasi Stockbit, Michael Owen Kohana, skandal uji keselamatan Daihatsu dan Toyota dapat mengubah persepsi konsumen terhadap produk-produk kedua merek tersebut.

Dalam ulasannya, Michael menyatakan bahwa isu ini berpotensi memicu peralihan konsumen ke merek-merek lain, termasuk yang didistribusikan oleh IMAS.

Meskipun pangsa pasar merek Suzuki dan Nissan, yang didistribusikan oleh IMAS, masih relatif kecil, namun adanya peluang peralihan konsumen menciptakan kenaikan signifikan dalam nilai saham perusahaan.

Baca Juga: Hadirkan Toyota AE86 Trueno, Autologi Autoworks Kejutkan Indonesia Modification and Lifestyle Expo 2023

Hingga November 2023, Suzuki dan Nissan memiliki pangsa pasar masing-masing sebesar 8% dan 0,2%, sementara Toyota dan Daihatsu via ASII memiliki pangsa pasar lebih besar, masing-masing sebesar 33,3% dan 19%.

Meski demikian, Michael meyakini bahwa dampak skandal Daihatsu di Jepang terhadap penjualan mobil ASII akan minim.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa komposisi mobil impor dari Jepang relatif kecil dalam total penjualan mobil ASII.

Hingga November 2023, ASII hanya mengimpor 7.949 unit mobil Toyota dari Jepang, yang merupakan 1,55% dari total penjualan perusahaan.

Sementara itu, impor mobil Daihatsu dari Malaysia sebanyak 500 unit Daihatsu Sirion selama Januari-November 2023 diyakini tidak akan terpengaruh oleh penghentian pengiriman dari Daihatsu Jepang.***