POJOKSATU.id - Overheat merupakan kondisi ketika suhu mobil mengalami kenaikan di atas normal. Sebenarnya, mesin mobil sudah dirancang agar mampu mengatur suhu sehingga kondisi panas di luar tidak akan membuat mesin mengalami overheating.
Mobil mengalami overheat adalah perkara sulit yang bisa terjadi tanpa diduga-duga.
Sebab, mobil overheat memiliki risiko fatal jika tidak segera ditangani.
Mobil overheat tidak memungkinkan untuk terus dibawa perjalanan, Namun adanya masalah pada beberapa komponen mesin bisa menyebabkan mobil mengalaminya.
Baca Juga: Wuling Cloud EV, Mobil Listrik Harga Rp200 Jutaan Segera Hadir di Indonesia
Tanda-tanda overheating pada mobil dapat dijelaskan dalam beberapa faktor penyebab yang mengakibatkan mesin menjadi terlalu panas, antara lain:
1. Kerusakan pada Kipas Radiator
Salah satu penyebab utama overheating pada mesin mobil adalah kerusakan pada sistem pendinginan, terutama pada kipas radiator. Kipas ini sering mengalami masalah dan kerusakan yang dapat menyebabkan mesin menjadi panas berlebihan.
2. Masalah pada Tutup Radiator
Overheating juga bisa disebabkan oleh kerusakan pada tutup radiator. Pemasangan yang tidak kencang atau kesalahan dalam pemasangan tutup radiator dapat mengakibatkan kebocoran cairan pendingin.
3. Kebocoran Radiator
Kebocoran pada radiator adalah penyebab overheating lainnya. Kebocoran biasanya terjadi karena korosi akibat kadar oksigen dan air yang tinggi dalam radiator. Ini mengakibatkan cairan pendingin terbuang sia-sia dan mesin menjadi panas.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Mobil Harga 50 Juta Untuk Anak Muda, Dijamin Enggak Bikin Kecewa
4. Kerusakan Thermostat
Thermostat yang rusak juga dapat menyebabkan overheating. Jika thermostat tidak berfungsi dengan baik, aliran cairan pendingin terganggu, sehingga suhu mesin sulit turun.
5. Penggunaan Oli Palsu atau Berkualitas Buruk
Menggunakan oli palsu atau oli berkualitas rendah dapat menyebabkan suhu mesin naik. Oli yang buruk tidak dapat melumasi mesin dengan baik, meningkatkan gesekan, dan menghasilkan panas berlebih.
6. Bahan Bakar yang Tidak Sesuai
Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah atau tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan knocking pada mesin, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan berkontribusi pada overheating.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Klasik Harga di Bawah 50 Juta di Indonesia
Cara mengatasi masalah overheating pada mobil termasuk tindakan sebagai berikut:
1. Matikan Mesin
Saat mobil menunjukkan tanda-tanda overheating, matikan mesin segera untuk mendinginkan suhu.
2. Buka Kap Mesin
Buka kap mesin untuk mengurangi suhu di dalamnya dan memfasilitasi pendinginan radiator.
3. Hindari Membuka Tutup Radiator
Jangan membuka tutup radiator saat mesin masih panas, karena cairan panas dapat membahayakan Anda.
4. Cek Kondisi Air Radiator
Pastikan radiator memiliki cukup cairan pendingin. Isilah dengan air radiator cadangan jika diperlukan.
Baca Juga: Terekam CCTV, Aksi Modus Wanita Bersepeda Pura-pura Tertabrak Mobil di Tulungagung
5. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai
Pastikan menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
6. Gunakan Oli Berkualitas
Gunakan oli mesin berkualitas dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
7. Servis Rutin
Melakukan servis rutin dan berkala di bengkel resmi atau dealer untuk memeriksa dan merawat sistem pendinginan serta komponen mesin lainnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Anda dapat mengatasi overheating pada mobil dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin.*** Fahrido Fajar Ramadan


