POJOKSATU.id - CVT atau Continuously Variable Transmission adalah sistem transmisi otomatis yang mengatur perbandingan reduksi secara terus-menerus sesuai dengan kondisi putaran mesin.

Ini terutama digunakan pada sepeda motor matic terbaru.

CVT menghilangkan kebutuhan untuk memindahkan gigi secara manual, membuat pengendaraan menjadi lebih nyaman dan santai.

Cara kerja CVT ini berbeda-beda tergantung pada kondisi pengendara dengan putaran mesin.

Sehingga, dapat memperoleh kinerja mesin yang imbang antara output mesin dengan bahan bakar yang digunakan, sehingga menjadi lebih ekonomis.

Baca Juga: Anda Penggemar Motor Klasik? Inilah 7 Rekomendasi Motor Klasik dengan Harga Murah di Indonesia

Dan, berikut adalah cara kerja CVT pada sepeda motor matic adalah sebagai berikut.

1. Saat Mesin Mati

Ketika mesin mati, roller pemberat pada drive gear berada dalam posisi bawah.

Ini membuat celah pada drive gear melebar dan membuat diameter menjadi lebih kecil.

Pada sisi lain, pada driven gear terdapat pegas spiral yang membuat drive gear tetap menyempit.

Ini menyebabkan V-belt yang melekat pada driven gear bergerak ke luar sehingga diameter pada driven gear menjadi lebih besar.

2. Saat Mesin Idle (Langsam)

Ketika mesin hidup dalam keadaan idle, crankshaft berputar dan drive gear juga berputar.

Karena V-Belt menghubungkan drive gear dengan driven gear, driven gear juga ikut berputar.

Namun, karena diameter drive gear lebih kecil dibandingkan dengan diameter driven gear, terjadi perbandingan transmisi gigi yang tinggi, membuat putaran driven gear jauh lebih lambat daripada drive gear.

Baca Juga: Tips Tepat Merawat dan Menjaga Kondisi Radiator Motor agar Mesin Tidak Mudah Rusak

3. Saat Putaran Mesin Lambat

Ketika mesin di-gas dalam putaran lambat (sekitar 1500-2500 RPM), putaran crankshaft dan drive gear menjadi lebih cepat.

Gaya sentrifugal pada roller roller meningkat, memaksa diameter pada drive gear menjadi lebih besar.

Diameter driven gear berkurang, dan putaran driven gear meningkat.

4. Saat Putaran Mesin Tinggi:

Saat kendaraan dijalankan pada kecepatan tinggi, putaran mesin semakin tinggi.

Ini membuat diameter drive gear semakin besar dan diameter driven gear semakin kecil.

Hal ini menghasilkan peningkatan akselerasi pada sepeda motor.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Tanda-Tanda Penggantian Ban Sepeda Motor Untuk Keselamatan dan Kenyamanan Berkendara

5. Saat Membawa Beban atau Jalan Menanjak:

CVT dilengkapi dengan teknologi kickdown mechanisme yang memberikan tarikan kuat pada roda belakang saat sepeda motor menghadapi hambatan seperti membawa beban berat atau menanjak.

Ini membuat perbandingan putaran yang lebih besar dan torsi yang lebih besar, memungkinkan sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan dengan beban berat atau melewati tanjakan.

Dengan CVT, pengendara sepeda motor matic dapat mengalami perubahan transmisi yang halus tanpa perlu memikirkan pergantian gigi secara manual.

CVT juga membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kinerja mesin.*** Fahrido Fajar Ramadan