POJOKSATU.id – Kisah di balik kebijakan transfer Manchester United kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul cerita menarik yang menyebut salah satu rekrutan era Louis van Gaal terinspirasi dari game FIFA.
Legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, mengungkap klaim unik bahwa bek Argentina Marcos Rojo direkomendasikan kepada Van Gaal oleh cucunya setelah memainkan sang pemain dalam game EA Sports FIFA.
Rojo bergabung dengan Manchester United pada tahun 2014 dari Sporting CP dengan nilai transfer sekitar 16 juta poundsterling.
Saat itu, transfer tersebut dinilai wajar karena Rojo tampil impresif bersama tim nasional Argentina yang berhasil mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Baca Juga: Sangare, Manchester United Siapkan Tawaran Rp1 Triliun untuk Pengganti Casemiro
Namun, Scholes dan Butt mengungkap cerita berbeda mengenai awal mula nama Rojo masuk dalam radar Van Gaal.
Anak-anak dan Game Jadi “Pencari Bakat”
Dalam podcast 'The Good, The Bad and The Football', Nicky Butt bercerita bagaimana generasi muda yang gemar bermain game sepak bola sering kali memiliki pengetahuan luas tentang pemain dari berbagai liga dunia.
Menurut Butt, anak-anak yang aktif bermain game seperti FIFA bisa mengenal pemain dari berbagai negara bahkan sebelum mereka popular di kompetisi besar.
“Kalau melihat apa yang dilakukan anak-anak sekarang, anak saya waktu berusia sekitar 10 tahun rasanya sudah bisa bekerja di tim perekrutan pemain,” kata Butt dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengetahuan itu datang dari kebiasaan bermain FIFA dan mengikuti perkembangan pemain secara virtual melalui konsol PlayStation.
Cerita Cucu Van Gaal dan Marcos Rojo
Percakapan di podcast itu kemudian semakin menarik ketika Paul Scholes menyinggung cerita yang lebih spesifik tentang masa kepelatihan Louis van Gaal di Manchester United.
Scholes menyebut bahwa Van Gaal pernah mendapatkan rekomendasi pemain dari cucunya sendiri.
“Katanya Louis van Gaal membawa seorang pemain karena cucunya. Cucunya memberi tahu tentang Marcos Rojo dari Argentina setelah memainkannya di FIFA,” ujar Scholes.
Pernyataan tersebut sempat membuat pembawa acara Paddy McGuinness terkejut dan sulit percaya. Ia bahkan sempat menyebut cerita itu terdengar seperti kisah yang dibuat-buat.
Namun Butt tetap bersikeras bahwa hal seperti itu bukan sesuatu yang mustahil. Ia bahkan mengaku pernah mengalami hal serupa dengan anaknya sendiri.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Puasa Bersama HMI–KAHMI, Tegaskan Penguatan Identitas Bangsa dan Budaya Sunda
“Anak saya pernah mengatakan tiga pemain yang seharusnya direkrut klub. Saat itu saya bahkan belum pernah mendengar nama mereka. Dua tahun kemudian, mereka justru pindah ke klub besar di Eropa,” kata Butt.
Penilaian Van Gaal Saat Merekrut Rojo
Meski cerita tersebut terdengar unik, Louis van Gaal pada saat perekrutan Rojo tetap memberikan penilaian profesional terhadap sang pemain.
Pelatih asal Belanda itu menyebut Rojo sebagai bek yang memiliki kualitas lengkap.
“Marcos adalah bek yang sangat berbakat. Ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Ia punya kemampuan, kekuatan fisik, dan kemauan belajar. Itu berarti masa depannya sangat cerah,” kata Van Gaal saat itu.
Baca Juga: Benarkah Malam ke-27 Ramadan Diyakini sebagai Lailatul Qadar? Begini Dalil dan Pendapat Ulama
Karier Marcos Rojo di Manchester United
Terlepas dari cerita di balik perekrutannya, Marcos Rojo sempat menjadi bagian penting skuad Manchester United selama beberapa musim.
Bek asal Argentina itu menghabiskan tujuh tahun bersama Setan Merah dan mencatat 122 penampilan di berbagai kompetisi.
Selama membela United, Rojo juga turut membantu tim meraih sejumlah trofi, termasuk Piala FA dan Liga Europa.
Kini, di usia 35 tahun, Rojo melanjutkan kariernya di klub Argentina Racing Club.
Meski tidak selalu menjadi pilihan utama selama di Old Trafford, gaya bermainnya yang keras dan penuh determinasi membuatnya tetap dikenang oleh sebagian pendukung Manchester United.
Cerita tentang rekomendasi dari game FIFA tersebut mungkin sulit dibuktikan kebenarannya. Namun kisah itu menambah warna unik dalam sejarah transfer klub besar seperti Manchester United.***

