POJOKSATU.id, JAKARTA-- Sepeda downhill terbaru dari Polygon yang baru saja kembali ke panggung dunia mountain bike setelah penantian panjang selama 10 tahun.
Panderman Gravity Park, yang dikenal dengan track menantangnya dengan banyak jump, gap jump, dan drop, berhasil membuat 80 penggiat MTB yang telah menaklukkan 2,2 kilometer jalur Minthi.
Jalur ini dibangun oleh Hildan Afos Katana, atlet Indonesia asal Kota Batu yang menyumbang medali emas pada downhill Asia Mountain Bike Championship 2009, SEA Games 2013, dan Kejurnas Downhill pada 2022.
"Cukup seru dan menantang juga. Itu khusus untuk beginner sebenarnya. Jadi masih banyak yang harus diedukasi di track Panderman, supaya penghobi MTB mau mencoba downhill,” kata atlet balap sepeda, Hildan Afos dalam keterangannya, Rabu (30/4/2025).
Baca Juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Tewasnya Seorang Nenek di Karawang
Baginya jalur ini adalah bekal untuk mengedukasi penghobi dengan rintangan yang cukup menantang, tetapi masih lebih mudah dibanding kedua jalur lainnya.
Sementara itu, Yulia Wulandari, atlet asal Kediri, Jawa Timur menilai jalur yang dilalui sangat menantang.
“Buat saya ini cukup asyik, karena obstacle-nya menantang dan tentunya high speed. Dan yang paling enak adalah pemandangannya,” tuturnya.
Hal yang senada disampaikan Hakam selaku Project Manager dari Polygon MTB Gathering menuturkan, acara komunitas mountain bike (MTB) digelar bukan pertama kalinya.
Namun kegiatan ini sering digelar pihaknya sebagai bentuk apresiasi penggiat-penggiat MTB.
“Ini bukan pertama kalinya Polygon menghadirkan acara MTB. Sebelumnya, kami rutin menggelar Polygon MTB Bootcamp di berbagai kota di Indonesia. Kali ini, kami berkesempatan menghadirkan acara MTB berskala nasional, sekaligus memperkenalkan keindahan pariwisata Indonesia,” ucap Hakam.
Sesi dilanjutkan oleh Zendy Meidyawan Renan selaku Polygon Chief Engineer yang bercerita mengenai perjalanan dunia downhill yang terus berevolusi hingga seperti sepeda downhill yang dikenal saat ini.
“Sepeda Collosus terinspirasi dari salah satu karakter komik X-Men kesukaan saya, Colossus, yang besar, berat, dan perkasa. Sehingga sepeda Collosus awalnya lahir di tahun 2006 dengan karakter besar dan berat,” jelas Zendy.
Sementara itu, Deyna Rizqi Ramadhan sebagai tim Polygon Engineer, menjelaskan bahwa ada 4 konfigurasi geometri yang bisa dilakukan penyesuaian dengan mengubah flip chip. Ditambah dengan teknologi Independent Floating Suspension (IFS) yang sudah menjadi identitas Polygon pada deretan sepeda full suspension-nya.
"Tentunya, bukan Polygon jika tidak melakukan pengujian kualitas langsung dengan penggunanya! Polygon Collosus DH telah diuji oleh tim engineer, Deyna yang juga pernah aktif menjadi atlet, sebagai tes kelayakan pertama, sebelum akhirnya diuji oleh atlet dari berbagai negara," ujarnya.
Seperti diketahui, Polygon hadir dengan dua serinya, yaitu Collosus DH 9 dengan corak gradien biru dan DH 7.
Polygon Collosus DH 9 bisa dibanderol dengan harga Rp 78.000.000, sementara Polygon Collosus DH 7 dibanderol dengan harga Rp 55.000.000.***

