Oleh : Pendiri Jakmania Bung Ferry Indrasjarief

SELALU ada drama dalam sebuah pertandingan melawan rival. Ingat kan bagaimana Jerman setiap berhadapan dengan Belanda. Entah kartu merah, penalti, atau bahkan ludah menjadi cerita panjang yang menyertai pertemuan mereka. Pertandingan Persija vs Persib kemarin sebetulnya seru. Jual beli serangan terjadi.

Persija yang bermain dihadapan suporternya sendiri terlihat lebih bertenaga. Serangan bertubi-tubi Persija membuahkan. hasil ketika sundulan Simic berhasil menempatkan bola di pojok kanan atas gawang Persib. Unggul 1 gol tidak mengendurkan serangan Persija. Meski Persib juga mengimbangi dengan menekan setiap pemain Persija pegang bola. Beberapa kali serangan Persib membahayakan gawang Persija.

Di babak kedua, baik Persija maupun Persib tidak mengendurkan serangan. Pertandingan semakin seru dan menarik. Sampai terjadi kemelut di depan gawang Persija, terjadi tarikan dan dorongan antara Kuipers dan Hanif. Wasit bertindak, kartu merah untuk Hanif.

Protes keras terjadi, Hanif menunjukkan kaosnya yang robek akibat tarikan Kuipers. Tapi wasit tetap pada keputusannya, tak ada kartu merah untuk Persib. Karena nenen sedikit, rusak susu sedada. Sejak keputusan kontroversi itu, bukan hanya permainan Persija, tapi pertandingan secara keseluruhan menjadi rusak.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola Jumat 8 September: Indonesia vs Turkmenistan, Georgia vs Spanyol

Emosi lebih dominan sehingga sering terjadi pelanggaran dan perdebatan. Persija lebih banyak bertahan sambil sesekali mencoba serangan balik. Petaka akhirnya terjadi. Dalam sebuah serangan di menit ke 82, Persib berhasil menyamakan kedudukan lewat sodokan David Da Silva yang menerima umpan datar Marc Klok.

Rabu kemarin, Pengurus Inti the Jakmania dan Manajemen Persija makan bareng di Kantor Persija. Menunya Sate dan Sop Kambing Habib Tebet. Sengaja saya siapkan daging kambing biar tekanan darahnya pada naik. Sehingga obrolan berikutnya bisa lebih lancar, terbuka dan blak-blakan.

Diakui Manajemen ada komunikasi yang tidak berjalan semestinya. Komunikasi 3 arah antara Kantor Persija di Rasuna, Tim Persija di Sawangan dan the Jakmania tidak terjalin dengan baik. Kedepannya akan lebih sering pertemuan antara ketiganya dilaksanakan.

Pelatih akan segera mengajukan nama asing terakhir yang diinginkan agar segera dilakukan negosiasi. Masih ada 6 pertandingan tersisa. Tantangan akan semakin berat. Seperti sudah diketahui, banyak sekali pemain Persija yang dipanggil Tim Nasional. Cedera dan akumulasi kartu juga mengurangi kekuatan tim.

Buat Jakmania yang asik-asik tapi kalau Persija kalah jadi terisak-isak. Manusia kreatif adalah manusia yang selalu bisa mencari jalan keluar dalam setiap kesulitan. Manusia pemenang selalu bisa merubah kegagalan menjadi sebuah peluang menuju kemenangan.

Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Itu memang bagian dari perjalanan kita sebagai suporter. Kita tidak haus pujian, dan kita juga tidak anti hujatan. Kita adalah kita. Dengan segala kekhilafan, kita akan selalu berusaha mencari jalan agar klub kebanggaan membaik. Karena HANYA MEREKA YANG MENYERAH YANG BISA DIGOLONGKAN SEBAGAI ORANG KALAH.

Baca Juga: Jelang Kick-Off Liga 2, PSMS Medan Bakal Uji Coba Lawan Gumarang FC

Persija libur, kita kembali ke tanggung jawab kita masing-masing. Kembali kepada keluarga yang mungkin selama ini tersisihkan karena Persija. Kembali menekuni profesi kita masing-masing. Ga usah bingung mikirin mau bikin apalagi buat Persija. Pada saatnya, Allah pasti akan memberikan jalan bagi kita semua.

Pengalaman saya, rasanya juga dialami oleh kalian. Dalam sebuah perjalanan menuju kantor, ketika melewati sebuah pangkalan ojek, seorang bapak tua ngomel begitu melihat saya, "Ah gue ogah nonton Persija lagi. Kalah mulu. Mending dukung yang lain aja". Meski gondok, tapi saya jalan terus aja. Bisa saja orang tsb tidak hadir di stadion. Tapi biasanya itu hanya sementara. Suatu waktu dia pasti akan kembali. Karena CINTA KAN MEMBAWAMU KEMBALI DISINI, MENUAI RINDU.